Stres Psikososial Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Wanita

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 15 April 2021 | 15:22 WIB
Stres Psikososial Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Wanita
Ilustrasi stres di tempat kerja. (pexels/@shvetsa)

Suara.com - Ada banyak peristiwa dalam hidup yang berpotensi menyebabkan stres psikososial, seperti anggota keluarga sakit, kematian pasangan, atau perceraian. Dan, stres psikososial ini dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada wanita.

Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Dornsife School of Public Health di Drexel University baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association. Studi ini secara khusus menyorot efek dari ketegangan pekerjaan dan ketegangan sosial pada wanita.

Ketegangan pekerjaan terjadi ketika seorang wanita tidak memiliki kekuatan yang memadai di tempat kerja untuk menanggapi tuntutan dan harapan pekerjaan. Dan mereka dikaitkan dengan risiko 21 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Studi ini juga menemukan bahwa peristiwa kehidupan yang menyebabkan stres tinggi, seperti kematian pasangan, perceraian/perpisahan atau pelecehan fisik atau verbal, serta ketegangan sosial, masing-masing secara independen terkait dengan risiko jantung koroner 12 persen dan 9 persen lebih tinggi.

Dilansir dari Healthshots, studi Drexel menggunakan data dari sampel perwakilan nasional dari 80.825 wanita pascamenopause dari Women’s Health Initiative Observational Study, yang melacak peserta dari tahun 1991 hingga 2015, untuk menemukan metode yang lebih baik dalam mencegah kanker, penyakit jantung, dan osteoporosis pada wanita.

Dalam studi tindak lanjut saat ini, peneliti Drexel mengevaluasi efek stres psikososial dari ketegangan pekerjaan, peristiwa kehidupan stres dan ketegangan sosial (melalui survei), dan asosiasi antara bentuk stres ini, pada penyakit jantung koroner.

Hampir 5 persen wanita mengembangkan penyakit jantung koroner selama studi yang berlangsung selama 14 tahun selama tujuh bulan. Menyesuaikan usia, waktu di tempat kerja, dan karakteristik sosial ekonomi, peristiwa kehidupan stres tinggi dikaitkan dengan 12 persen peningkatan risiko penyakit jantung koroner, dan ketegangan sosial yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner 9 persen. Ketegangan kerja tidak terkait secara independen dengan penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner, penyebab utama kematian di Amerika Serikat, terjadi akibat arteri jantung menjadi sempit dan tidak dapat membawa cukup darah yang mengandung oksigen ke jantung.

“Pandemi Covid-19 telah menyoroti tekanan berkelanjutan bagi wanita dalam menyeimbangkan pekerjaan berbayar dan pemicu stres sosial. Kami tahu dari penelitian lain bahwa ketegangan kerja mungkin berperan dalam mengembangkan penyakit jantung koroner, tetapi sekarang kami dapat menunjukkan dengan lebih baik dampak gabungan stres di tempat kerja dan di rumah pada hasil kesehatan yang buruk ini," kata peneliti senior Yvonne Michael, ScD, SM, seorang profesor di Dornsife School of Public Health.

baca juga

Michael menambahkan, "Harapan saya adalah bahwa temuan ini merupakan panggilan untuk metode pemantauan stres yang lebih baik di tempat kerja dan mengingatkan kita tentang beban ganda yang dihadapi perempuan pekerja sebagai akibat dari pekerjaan mereka yang tidak dibayar sebagai pengasuh di rumah."

Penulis studi tersebut mengatakan bahwa studi di masa depan harus melihat efek kerja shift pada penyakit jantung koroner dan mengeksplorasi efek tuntutan pekerjaan menurut jenis kelamin.

“Temuan kami adalah pengingat penting bagi wanita, dan mereka yang peduli pada mereka, bahwa ancaman stres terhadap kesehatan manusia tidak boleh diabaikan,” kata penulis utama Conglong Wang, PhD, lulusan Dornsife baru-baru ini yang melakukan penelitian saat berada di Drexel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamak Terjadi, Apa Sebab Otot Berkedut? Begini Penjelasannya

Jamak Terjadi, Apa Sebab Otot Berkedut? Begini Penjelasannya

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 11:45 WIB

Lika-liku Perawat di Jogja Kala Pandemi: Alami Stres Hingga Dijauhi Orang

Lika-liku Perawat di Jogja Kala Pandemi: Alami Stres Hingga Dijauhi Orang

Jogja | Rabu, 07 April 2021 | 19:45 WIB

Paling Banyak Diderita secara Global, Kenali Lebih Dekat Apa Itu Depresi

Paling Banyak Diderita secara Global, Kenali Lebih Dekat Apa Itu Depresi

Health | Rabu, 07 April 2021 | 12:48 WIB

Terkini

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

×