Canggih, Ilmuwan Kembangkan Tes Darah untuk Mendiagnosis Depresi & Bipolar

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 18 April 2021 | 18:35 WIB
Canggih, Ilmuwan Kembangkan Tes Darah untuk Mendiagnosis Depresi & Bipolar
Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Depresi telah dikenal bertahun-tahun lamanya dan memengaruhi ratusan juta orang di seluruh dunia. Diagnosis tradisional masih bergantung pada penilaian klinis oleh dokter, psikolog, dan psikiater.

Kini ilmuwan mengembangkan sistem yang memantau biomarker darah berkaitan dengan gangguan mood. Cara ini dapat mengarah pada cara baru dalam mendiagnosis dan mengobati depresi serta gangguan bipolar.

Dalam studi baru, para peneliti mengidentifikasi 26 biomarker dalam darah pasien, secara bervariasi terkait dengan gangguan suasana hati.

"Penanda darah muncul sebagai alat penting dalam gangguan, di mana laporan diri subjektif oleh individu, atau kesan klinis dari petugas kesehatan tidak selalu dapat diandalkan," kata psikiater dan ahli saraf Alexander B. Niculescu dari Indiana University.

Ia menambahkan, tes darah ini dapat membuka pintu pada diagnosis yang tepat, lalu akan dipersonalisasi dengan obat-obatan, serta pemantauan objektif terhadap respon terhadap pengobatan.

Ilustrasi tes darah. (Shutterstock)
Ilustrasi tes darah. (Shutterstock)

Menurut peneliti, dilansnir Science Alert, pendekatan pengobatan presisi mereka tidak hanya mengidentifikasi kecenderungan depresi dan gangguan mood lainnya, tetapi juga dapat membantu menyoroti obat-obatan tertentu yang mungkin paling baik dalam mengobati kondisi pasien secara bioinformatis.

Dari gen biomarker teratas, tim mengatakan 8 terlibat dengan fungsi sirkadian, yang dapat membantu memberikan dasar molekuler untuk menjelaskan hubungan antara kondisi seperti depresi dan faktor-faktor seperti gangguan tidur.

"Itu menjelaskan mengapa beberapa pasien merasa lebih buruk dengan perubahan musim, dan perubahan tidur yang terjadi pada gangguan mood," sambung Niculescu.

Para peneliti berharap hasil mereka akan meyakinkan kelompok psikiater bahwa obat presisi memiliki tempat dalam diagnostik depresi dan pengobatan.

Metode penilaian dokter saat ini untuk mendiagnosis depresi dan gangguan mood lainnya dianggap tidak cukup karena tertinggal dari sistem pengujian objektif di spesialis medis lainnya.

"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk membawa psikiatri dari abad ke-19 ke abad ke-21, untuk membantunya menjadi seperti bidang kontemporer lainnya, seperti onkologi," pungkas Niculescu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Sebut Tes Darah Tertentu Bisa Deteksi Masalah Mental dan Keparahannya

Studi Sebut Tes Darah Tertentu Bisa Deteksi Masalah Mental dan Keparahannya

Health | Minggu, 11 April 2021 | 08:20 WIB

Makin Canggih, Ilmuwan Swedia Mengembangkan Tes Darah Pendeteksi Alzheimer

Makin Canggih, Ilmuwan Swedia Mengembangkan Tes Darah Pendeteksi Alzheimer

Health | Rabu, 02 Desember 2020 | 07:58 WIB

AS Kembangkan Tes Darah Pendeteksi 50 Jenis Kanker

AS Kembangkan Tes Darah Pendeteksi 50 Jenis Kanker

Health | Sabtu, 28 November 2020 | 10:24 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB