Studi Sebut Tes Darah Tertentu Bisa Deteksi Masalah Mental dan Keparahannya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 11 April 2021 | 08:20 WIB
Studi Sebut Tes Darah Tertentu Bisa Deteksi Masalah Mental dan Keparahannya
Ilustrasi Depresi (Pixabay)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa suatu metode tes darah bisa mendeteksi masalah kesehatan mental, termasuk gangguan suasana hati dan bipolar. Penelitian tersebut disusun oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indiana.

Melansir dari Healthshots, para peneliti menyoroti dasar biologis dari gangguan suasana hati dan menawarkan tes darah yang menjanjikan yang ditujukan pada pendekatan pengobatan yang tepat untuk pengobatan. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Molecular Psychiatry.

"Kami telah merintis bidang pengobatan presisi dalam psikiatri selama dua dekade terakhir, khususnya selama 10 tahun terakhir. Studi ini mewakili hasil mutakhir dari upaya kami," Alexander B. Niculescu, MD, PhD, Profesor Psikiatri di Universitas Indiana.

"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk membawa psikiatri dari abad ke-19 hingga abad ke-21. Untuk membantunya menjadi seperti bidang kontemporer lainnya seperti onkologi. Pada akhirnya, misinya adalah menyelamatkan dan meningkatkan kehidupan," imbuhnya.

Pekerjaan tim menggambarkan pengembangan tes darah di mana terdiri dari biomarker RNA yang dapat membedakan seberapa parah depresi pasien, risiko mereka mengembangkan depresi parah di masa depan, dan risiko gangguan bipolar di masa depan. Tes ini juga menginformasikan pilihan pengobatan yang disesuaikan untuk pasien.

Studi komprehensif ini berlangsung selama empat tahun dengan lebih dari 300 peserta. Tim tersebut menggunakan pendekatan empat langkah yang cermat dalam penemuan, penentuan prioritas, validasi, dan pengujian.

Ilustrasi Depresi. (freepik)
Ilustrasi Depresi. (freepik)

Dari pendekatan ini, para peneliti kemudian dapat mendemonstrasikan cara mencocokkan pasien dengan obat bahkan menemukan obat potensial baru untuk mengobati depresi.

"Melalui pekerjaan ini, kami ingin mengembangkan tes darah untuk depresi dan gangguan bipolar, untuk membedakan keduanya, dan untuk menyesuaikan orang dengan perawatan yang tepat," kata Niculescu.

"Penanda darah muncul sebagai alat penting dalam gangguan di mana laporan diri subjektif oleh individu atau kesan klinis dari seorang profesional perawatan kesehatan tidak selalu dapat diandalkan. Tes darah ini dapat membuka pintu untuk pencocokan yang tepat dan dipersonalisasi dengan obat-obatan serta pemantauan objektif terhadap respons terhadap pengobatan," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Depresi, Siti Tabrakan Diri saat Kereta Api Melintas

Diduga Depresi, Siti Tabrakan Diri saat Kereta Api Melintas

Jatim | Jum'at, 09 April 2021 | 12:53 WIB

Pantang Disepelekan, Depresi Mempercepat Penuaan Sel di Dalam Tubuh

Pantang Disepelekan, Depresi Mempercepat Penuaan Sel di Dalam Tubuh

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 08:45 WIB

Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak, Dampaknya Tidak Hanya Mental Saja!

Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak, Dampaknya Tidak Hanya Mental Saja!

Health | Rabu, 07 April 2021 | 17:35 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB