Makin Canggih, Ilmuwan Swedia Mengembangkan Tes Darah Pendeteksi Alzheimer

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 02 Desember 2020 | 07:58 WIB
Makin Canggih, Ilmuwan Swedia Mengembangkan Tes Darah Pendeteksi Alzheimer
Ilustrasi penderita Alzheimer (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan mengembangkan tes darah sederhana yang diklaim dapat mendeteksi Alzheimer empat tahun sebelum gejala muncul.

Setelah diuji coba, mereka mengatakan tes hampir 90% akurat dalam mengidentifikasi orang yang beberapa tahun kemudian mengembangkan penyakit tersebut.

Teknik ini didasarkan pada pendeteksian protein dalam darah yang menandakan kematian sel di otak, dan akan digunakan pada orang dengan gangguan kognitif ringan atau mild cognitive impairment (MCI), istilah umum untuk masalah ringan dalam keterampilan berpikir.

The Sun melaporkan tes ini dikembangkan oleh ilmuwan dari Universitas Lund, Swedia.

"Tes ini agak sederhana dan terjangkau, berdasarkan sampel darah. Kami berharap untuk melihat perkembangan yang cukup pesat dari tes Alzheimer berbasis darah selama beberapa tahun mendatang," ujar penulis studi Niklas Mattsson-Carlgren dari Universitas Lund.

Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)

Mereka juga mengharapkan prognosis lebih yang dapat diandalkan, baik untuk pasien maupun perawat, yang mencoba mengatasi penyakit dan membuat rencana untuk masa depan.

"Mudah-mudahan juga akan memfasilitasi uji klinis dan mempercepat pengembangan terapi baru yang efisien," sambungnya.

Masud Husain, seorang ahli saraf di Universitas Oxford, sangat mendukung penemuan baru ini. Ia berharap tes tersebut dapat menjadi 'game changer' potensial.

“Untuk pertama kalinya, kami memiliki tes darah yang dapat memprediksi dengan baik risiko perkembangan penyakit Alzheimer pada orang yang memiliki gejala kognitif ringan," tutur Husain.

"Kami membutuhkan validasi lebih lanjut, tetapi dalam konteks temuan terbaru lainnya, ini bisa menjadi langkah transformatif untuk diagnosis dini, serta menguji pengobatan baru pada tahap awal penyakit," sambungnya.

Meski begitu, para ahli lain mendesak agar berhati-hati, bahwa masih ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan sebelum tes tersedia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Nikotin Bisa Obati Alzheimer, Skizofrenia, hingga Covid-19

Penelitian: Nikotin Bisa Obati Alzheimer, Skizofrenia, hingga Covid-19

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:06 WIB

Isolasi Covid-19, Hilangkan Nyawa Ribuan Pasien Alzheimer

Isolasi Covid-19, Hilangkan Nyawa Ribuan Pasien Alzheimer

Tekno | Selasa, 22 September 2020 | 12:30 WIB

Dokter: Perempuan Lebih Berisiko Alami Alzheimer

Dokter: Perempuan Lebih Berisiko Alami Alzheimer

Health | Senin, 21 September 2020 | 18:21 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB