Ribuan Bayi di Brasil Meninggal Akibat Covid-19, Bagaimana Bisa?

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Senin, 19 April 2021 | 17:00 WIB
Ribuan Bayi di Brasil Meninggal Akibat Covid-19, Bagaimana Bisa?
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Suara.com - Brasil sedang mengalami puncak kasus kematian terbanyak sejak pandemi virus corona lebih dari setahun yang lalu. Terlepas dari bukti bahwa Covid-19 jarang membunuh anak kecil, sebanyak 1.300 bayi di negara ini telah meninggal akibat infeksi virus corona tersebut.

Para ahli mengatakan banyaknya kasus Covid di Brasil, yang mana tertinggi kedua di dunia, telah meningkatkan kemungkinan bayi dan anak kecil terinfeksi.

"Tentu saja, semakin banyak kasus yang dimiliki, akibatnya semakin banyak yang dirawat di rumah sakit, semakin besar jumlah kematian di semua kelompok usia, termasuk anak-anak," kata Renato Kfouri, presiden dari Departemen Ilmiah Imunisasi dari Perkumpulan Pediatri Brasil.

Tingkat infeksi yang begitu tinggi telah memenuhi seluruh sistem perawatan kesehatan. Di seluruh wilayah, persediaan oksigen menipis, ada kekurangan obat-obatan dan tidak ada lagi tempat tidur di ruang ICU seluruh negeri, lapor BBC.

Sementara itu, presiden Brasil Jair Bolsonaro terus menentang aturan lockdown dan tingkat infeksi didorong oleh varian baru P.1 yang muncul di Manaus pada tahun lalu. Varian ini juga dinilai lebih menular dari virus corona awal, SARS-CoV-2.

Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)
Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Masalah lain yang mendorong angka kematian tinggi pada anak-anak adalah kurangnya pengujian.

Penasihat senior di NGO kesehatan internasional Vital Strategies, Fatima Marinho, mengatakan anak-anak seringkali terlambat didiagnosis sebagai Covid-19, padahal mereka sudah sakit parah.

"Kami memiliki masalah serius dalam mendeteksi kasus. Kami tidak memiliki cukup alat tes untuk masyarakat umum, bahkan lebih sedikit untuk anak-anak. Karena ada keterlambatan dalam diagnosis, ada penundaan dalam perawatan anak," jelas Marinho.

Bukan hanya karena kapasitas tes yang kecil, tetapi juga karena mudah untuk salah diagnosis akibat gejala Covid-19 pada anak-anak cenderung muncul dalam bentuk yang berbeda.

baca juga

"Anak lebih banyak mengalami diare, sakit perut, dan nyeri dada, daripada gambaran klasik Covid-19. Karena keterlambatan diagnosis, saat anak tiba di rumah sakit mereka dalam kondisi serius," sambungnya.

Tapi ini juga tentang kemiskinan dan akses ke perawatan kesehatan.

"Yang paling rentan adalah anak-anak kulit hitam, dan anak dari keluarga yang sangat miskin, karena mereka paling sulit mendapatkan bantuan. Mereka adalah anak-anak yang paling berisiko meninggal." Ianjutnya.

Anak-anak ini juga berisiko mengalami malnutrisi, yang buruk bagi respons kekebalan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Virus Corona Lebih Ganas, Brasil Minta Wanita Tunda Kehamilan!

Varian Baru Virus Corona Lebih Ganas, Brasil Minta Wanita Tunda Kehamilan!

Health | Senin, 19 April 2021 | 10:27 WIB

Satgas Covid-19: Virus Varian Baru dari Brasil dan Afsel Belum Masuk RI

Satgas Covid-19: Virus Varian Baru dari Brasil dan Afsel Belum Masuk RI

News | Senin, 19 April 2021 | 07:13 WIB

Virus Corona di Brasil: Pasien Kritis Diikat di Ranjang Tanpa Obat Penenang

Virus Corona di Brasil: Pasien Kritis Diikat di Ranjang Tanpa Obat Penenang

News | Jum'at, 16 April 2021 | 13:33 WIB

Terkini

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 15:43 WIB

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:42 WIB

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:41 WIB

Apakah Polisi Boleh Menyadap Pejabat? Ini Aturan Hukum yang Berlaku di Indonesia

Apakah Polisi Boleh Menyadap Pejabat? Ini Aturan Hukum yang Berlaku di Indonesia

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:35 WIB

Bos CFX Buka-bukaan Soal Peralihan Investor Saham ke Kripto

Bos CFX Buka-bukaan Soal Peralihan Investor Saham ke Kripto

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:34 WIB

4 Lip Balm SPF Lokal Mengandung Vitamin C untuk Cerahkan Bibir Hitam

4 Lip Balm SPF Lokal Mengandung Vitamin C untuk Cerahkan Bibir Hitam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:30 WIB

Review The Diplomat Season 1: Hadirkan Plot Twist Penutup yang Mengejutkan!

Review The Diplomat Season 1: Hadirkan Plot Twist Penutup yang Mengejutkan!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:30 WIB

Eks Wali Kota Sibolga Resmi Ditahan di Kasus Korupsi Pasar Ikan Modern

Eks Wali Kota Sibolga Resmi Ditahan di Kasus Korupsi Pasar Ikan Modern

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 15:26 WIB

×