Update Covid-19 Global: Penularan Virus Banyak Dialami Kelompok Usia Muda

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 20 April 2021 | 09:28 WIB
Update Covid-19 Global: Penularan Virus Banyak Dialami Kelompok Usia Muda
Ilustrasi update COVID-19 - (Pixabay/thedarknut)

Suara.com - Alih-alih mereda, penularan Covid-19 di beberapa negara justru meningkat. Demikian pula kematian yang disebabkan virus corona SARS Cov-2 tersebut.

Dikutip dari data pada situs worldometers.info, per Selasa (20/4) pukul 07.30 WIB jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 142,68 juta, bertambah 651.103 infeksi baru dalam 24 jam terakhir. 

Sedangkan angka kematian bertambah 9.678 jiwa dalam satu hari. Membuat jumlahnya bertambah jadi 3.042.754 orang diseluruh dunia meninggal akibat Covid-19.

Meski begitu, orang yang berhasil sembuh dari infeksi juga turut bertambah 679.883 orang dalam satu hari. Total lebih dari 121,39 juta orang telah berhasil sembuh dari Covid-19. Tetapi tercatat 18,24 juta orang di dunia masih positif Covid-19.

Ahli epidemiologi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria van Kerkhove mengatakan bahwa lonjakan penularan infeksi Covid-19 di seluruh dunia terjadi di kelompok usia lebih muda, yang sebelumnya dikatakan mampu terhindar dari pandemi karena imunitas kuat.

Namun kondisi itu terlihat dari penambahan kasus sebanyak 5,2 juta di seluruh dunia hanya dalam sepekan. "Kami melihat sedikit perubahan usia di beberapa negara, didorong oleh kegiatan sosial yang bercampur," kata Maria dikutip dari Channel News Asia.

Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan, penularan virus corona di dunia kini lebih banyak terjadi pada kelompok usia 25-59 tahun. Hal itu kemungkinan terjadi karena varian virus yang diketahui jauh lebih menular.

Meski demikian, menurut Tedros, dunia sebenarnya dapat mengendalikan pandemi Covid-19 cukup dalam beberapa bulan mendatang asalkan distribusi sumber daya, seperti vaksin, yang diperlukan dilakukan secara adil.

"Kami memiliki alat untuk mengendalikan pandemi ini dalam hitungan bulan, jika kami menerapkannya secara konsisten dan adil," kata Tedros dalam konferensi pers WHO, Senin (19/4).

Sejak pertama kali dilaporkan di Wuhan, China, pada Desember 2019, infeksi Covid-19 telah menyebar hingga ke 221 negara. Amerika Serikat masih jadi negara yang memiliki jumlah kasus Covid-19 terbanyak, tercatat 32,47 juta kasus. 

Sementara China, setelah sempat lakukan lockdown ketat selama tiga bulan pada awal tahun lalu, jumlah kasusnya sudah mulai terkendali. Bertolak belakang dengan AS, China ada diperingkat 95 dunia dengan jumlah kasus Covid-19 sebanyak 90.510 infeksi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Virus Corona India Mengkhawatirkan, Ini Dua Penyebabnya

Varian Baru Virus Corona India Mengkhawatirkan, Ini Dua Penyebabnya

Health | Selasa, 20 April 2021 | 09:00 WIB

Dampak Covid-19, Penjualan Kaligrafi di Bulan Ramadhan Menurun

Dampak Covid-19, Penjualan Kaligrafi di Bulan Ramadhan Menurun

Foto | Selasa, 20 April 2021 | 08:43 WIB

Vaksin AstraZeneca, 6 Efek Samping Ini Butuh Penanganan Medis Cepat!

Vaksin AstraZeneca, 6 Efek Samping Ini Butuh Penanganan Medis Cepat!

Health | Selasa, 20 April 2021 | 08:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB