alexametrics

Pasien Asma yang Sering Kena Polusi Lebih Berisiko Alami Covid-19 Parah

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Pasien Asma yang Sering Kena Polusi Lebih Berisiko Alami Covid-19 Parah
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Covid-19 parah lebih mungkin terjadi pada mereka yang memiliki masalah penapasan dan terpapar polusi.

Suara.com - Paparan udara tercemar dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko Covid-19 parah pada orang dengan penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Studi ini disusun oleh para peneliti di University of Cincinnati.

Melansir dari Medicinenet, para peneliti memeriksa latar belakang dan hasil kesehatan lebih dari 1.100 pasien Covid-19 yang didiagnosis di UC Health antara pertengahan Maret hingga awal Juli 2020. Usia rata-rata mereka adalah 46 tahun.

Para peneliti mencari hubungan antara Covid-19 rawat inap dan paparan polusi udara partikulat kecil (dikenal sebagai PM2.5) selama 10 tahun yang dihasilkan oleh emisi dari mobil, pabrik, dan sumber lain.

"Partikulat yang sangat kecil masuk ke dalam darah dan juga mempengaruhi sistem organ lainnya," kata pemimpin studi Dr. Angelico Mendy, asisten profesor ilmu lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Pemikul Jenazah Covid-19 di Cikadut Mogok Kerja Lagi

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Timnya mengaitkan peningkatan satu unit PM2.5 dengan risiko rawat inap 60 persen lebih tinggi untuk pasien Covid-19 dengan penyakit pernapasan yang sudah ada sebelumnya. Hubungan tersebut tidak ditemukan pada orang yang tidak memiliki penyakit pernapasan sebelumnya.

"Orang dengan asma dan COPD yang sudah ada sebelumnya dan terpapar materi partikulat dengan tingkat yang lebih tinggi lebih mungkin terkena Covid-19 yang parah, cukup parah untuk dirawat di rumah sakit," kata Mendy dalam rilis berita universitas.

Penelitian tersebut baru diterbitkan secara online di jurnal Respiratory Medicine.

"Studi ini mungkin memiliki implikasi kebijakan seperti mengurangi paparan partikulat," ujar Mendy.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik Tajam, IDI Harapkan Indonesia Belajar dari India

Komentar