Kenapa Penderita Diabetes Sering Buang Air Kecil dan Merasa Haus?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 21 April 2021 | 17:25 WIB
Kenapa Penderita Diabetes Sering Buang Air Kecil dan Merasa Haus?
Ilustrasi buang air kecil pada penderita diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Diabetes masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data WHO jumlah pasien diabetes di Indonesia pada tahun 2000 sekitar 8.426.000 jiwa.

Angka ini diprediksi akan semakin meningkat pada tahun 2030, dan mencapai 21.257.000 jiwa. Namun, pengetahuan masyarakat tentang gejala dan deteksi dini masih sangat kurang.

Pada penderita diabetes banyak yang sering mengeluhkan bahwa mereka harus bolak-balik buang air kecil atau pipis. Tapi sebenarnya apa penyebabnya?

Dilansir dari Mayo Clinic, rasa haus yang berlebihan dan peningkatan buang air kecil adalah tanda dan gejala diabetes yang umum. Saat menderita diabetes, kelebihan glukosa - sejenis gula - menumpuk di darah Anda.

Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

Ginjal dipaksa bekerja lembur untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa. Ketika ginjal Anda tidak dapat mengimbangi, kelebihan glukosa dikeluarkan ke dalam urin Anda, menyeret cairan dari jaringan Anda, yang membuat Anda dehidrasi.

Ini biasanya akan membuat Anda merasa haus. Saat Anda minum lebih banyak cairan untuk memuaskan dahaga, Anda akan buang air kecil lebih banyak lagi.

Diabetes bisa membuat Anda merasa lelah. Glukosa darah tinggi mengganggu kemampuan tubuh Anda menggunakan glukosa untuk kebutuhan energi. Dehidrasi akibat peningkatan buang air kecil juga bisa membuat Anda merasa lelah.

Ketika Anda kehilangan glukosa karena sering buang air kecil, Anda juga kehilangan kalori. Pada saat yang sama, diabetes dapat membuat glukosa dari makanan Anda tidak mencapai sel Anda.

Ini akan menyebabkan rasa lapar terus-menerus. Efek gabungannya berpotensi menyebabkan penurunan berat badan dengan cepat, terutama dengan diabetes tipe 1.

baca juga

Selain itu, gejala diabetes terkadang melibatkan penglihatan Anda. Kadar glukosa darah yang tinggi menarik cairan dari jaringan Anda, termasuk lensa mata Anda. Ini memengaruhi kemampuan Anda untuk fokus.

Jika tidak diobati, diabetes dapat menyebabkan pembuluh darah baru terbentuk di retina Anda - bagian belakang mata Anda - dan merusak pembuluh yang sudah mapan. Bagi kebanyakan orang, perubahan awal ini tidak menyebabkan masalah penglihatan. Namun, jika perubahan ini berlangsung tanpa terdeteksi, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan.

Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan aliran darah yang buruk dan mengganggu proses penyembuhan alami tubuh Anda. Karena itu, penderita diabetes mungkin mengalami penyembuhan luka yang lambat, terutama di kaki. Pada wanita dengan diabetes, infeksi jamur pada kandung kemih dan vagina dapat terjadi lebih sering.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Gula Darah Tinggi dari Mulut dan Berita Terpopuler Lainnya

Gejala Gula Darah Tinggi dari Mulut dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Selasa, 20 April 2021 | 20:18 WIB

Kenali Tanda Gula Darah TInggi dari Mulut, Penderita Diabetes Mesti Tahu

Kenali Tanda Gula Darah TInggi dari Mulut, Penderita Diabetes Mesti Tahu

Health | Selasa, 20 April 2021 | 19:10 WIB

Aktivitas Fisik Turunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada 3 Kondisi Ini

Aktivitas Fisik Turunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada 3 Kondisi Ini

Health | Selasa, 20 April 2021 | 13:03 WIB

Terkini

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

×