Awas! Pola Makan Ini Bersiko Kena Penyakit Jantung Hingga Kematian

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Kamis, 22 April 2021 | 16:10 WIB
Awas! Pola Makan Ini Bersiko Kena Penyakit Jantung Hingga Kematian
Ilustrasi perempuan makan makanan manis [shutterstock]

Suara.com - Pola makan seorang setiap hari sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi tubuh. Oleh sebab itu penting memiliki pola makan yang sehat.

Karena menurut penelitian yang diterbitkan oleh BMC Medicine, sejumlah pola makan tertentu bisa menyebabkan penyakit jantung bahkan hingga kematian.

Salah satunya asupan pola makan seperti mengkonsumsi cokelat dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kematian, yang terjadi pada orang berusia paruh baya.

Menurut penulis studi Carmen Piernas, penyakit jantung atau kardiovaskular menjadi penyebab utama pada kematian di Inggris, dengan pola makan buruk yang menjadi penyebabnya.

Ilustrasi makanan manis (Shutterstock)
Ilustrasi makanan manis (Shutterstock)

“Diet yang paling umum biasa mengkonsumsi nutrisi dibanding makanan manis. Temuan kami juga membantu mengidentifikasi makanan dan minuman tertentu, yang biasa dimakan pada masyarakat Inggris yang meningkatkan risiko jantung dan juga kematian,” ungkapnya, yang dilansir dari Medical Express.

Para peneliti dari Universitas Oxford Inggris juga menganalisis dua pola makan, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian yang terjadi pada usai paruh baya.

Pola makan yang pertama yakni cokelat, penganan, mentega, roti, buah, dan sayuran segar. Sedangkan yang kedua yaitu gula, jus buah, cokelat, penganan, mentega, dan keju berlemak tinggi.

Selain itu, peneliti juga menemukan kelompok yang tidak memasukkan pola makan yang sehat, sehingga dalam kelompok tersebut berisiko mengalami obesitas dan penyakit jantung pada usia 60 tahun.

Lewat analisis data yang dikumpulkan dari 116.806 orang dewasa dari Inggris, Skotlandia, dan Wales pada tahun 2006 dan 2010, peserta dalam data tersebut berusia 37 sampai 73 tahun. Setelahnya, peneliti menganalisis terkait asupan nutrisi bagi para partisipan, dengan risiko penyakit jantung dan catatan kematian pada tahun 2017 dan 2020.

Pola diet dengan mengkonsumsi minuman manis, jus buah, dan makanan berbahan pengawet, ditemukan memiliki risiko penyakit jantung dan kematian, meski kelompok ini masih melakukan akktivitas fisik, merokok, dan hidup dengan obesitas. Tidak hanya kelompok pria saja, melainkan wanita juga rentan berisiko.

Studi terkait risiko jantung dan pola makan ini bersifat observasi, dan belum ada kesimpulan lebih lanjut dan masih perlu diselidiki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Kematian Covid-19 Meningkat Awal Ramadhan, Begini Penjelasannya

Angka Kematian Covid-19 Meningkat Awal Ramadhan, Begini Penjelasannya

Malang | Kamis, 22 April 2021 | 04:39 WIB

Kasus George Floyd: Kronologi Kematian hingga Chauvin Divonis

Kasus George Floyd: Kronologi Kematian hingga Chauvin Divonis

News | Rabu, 21 April 2021 | 20:04 WIB

Bukannya Bikin Kaya, Kerja Lembur Malah Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Bukannya Bikin Kaya, Kerja Lembur Malah Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Health | Rabu, 21 April 2021 | 18:09 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB