Amerika Serikat Lanjutkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 25 April 2021 | 10:23 WIB
Amerika Serikat Lanjutkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson.

"Dengan tindakan ini, administrasi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson dapat segera dilanjutkan," kata direktur CDC, Rochelle Walensky, dikutip dari Today pada Minggu (25/4/2021).

Pengumuman ini datang bersama dengan pemberian peringatan tentang peningkatan risiko pembekuan darah langka yang merupakan efek samping vaksin.

Perwakilan FDA, Peter Marks, mengatakan peringatan dalam bentuk lembar fakta akan dibagikan kepada orang-orang yang menerima vaksin tersebut.

"Presentasi dan diskusi hari ini telah meyakinkan saya bahwa mencabut jeda pada vaksin J & J adalah demi kepentingan kesehatan masyarakat terbaik dari populasi AS," kata Henry Bernstein, profesor pediatri di Sekolah Kedokteran Zucker di Hofstra / Northwell, New York.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Sebelumnya, FDA dan CDC menyarankan untuk menghentikan penggunaan vaksin Johnson & Johnson pada 13 April lalu.

Hal tersebut dilakukan setelah mereka mendapat laporan enam kasus pembekuan darah berbahaya pada otak di antara lebih dari tujuh juta orang yang menerima vaksin ini.

Sehari kemudian, komite penasihat CDC, yakni Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi, bertemu untuk meninjau data yang tersedia tentang kasus-kasus tersebut dan membuat rekomendasi tentang bagaimana melanjutkannya.

Namun pada akhirnya, panitia merasa tidak memiliki cukup informasi untuk membuat rekomendasi pada saat itu. Mereka memutuskan untuk berkumpul kembali minggu ini.

baca juga

Sejak itu, informasi baru telah muncul, termasuk laporan dari sembilan kasus tambahan yang dikonfirmasi sehingga total kasus pembekuan darah otak menjadi 15.

"Sejumlah kasus lain mungkin sedang ditinjau," tutur Tom Shimabukuro, anggota Satuan Tugas Vaksin Covid-19 CDC.

Di antara kasus yang dikonfirmasi, tiga pasien meninggal dan tujuh lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Semua kasus terjadi pada wanita dengan rerata usia 18 hingga 49 tahun. Tujuh kasus terjadi pada wanita berusia 30-an, terjadi pada tingkat 11,8 per juta dosis vaksin Johnson & Johnson yang diberikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekurangan Vaksin, India Datangkan Vaksin Johnson & Johnson

Kekurangan Vaksin, India Datangkan Vaksin Johnson & Johnson

Health | Jum'at, 23 April 2021 | 14:30 WIB

Ditangguhkan di AS, Vaksin Johnson & Johnson Bakal Dipakai Yunani

Ditangguhkan di AS, Vaksin Johnson & Johnson Bakal Dipakai Yunani

Health | Kamis, 22 April 2021 | 09:58 WIB

Dinyatakan Aman, Italia Utamakan Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson

Dinyatakan Aman, Italia Utamakan Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson

Health | Rabu, 21 April 2021 | 19:37 WIB

Terkini

Lima Klaster Dugaan Korupsi Bupati Klaten Diusut, KPK Sita Uang dan Perhiasan

Lima Klaster Dugaan Korupsi Bupati Klaten Diusut, KPK Sita Uang dan Perhiasan

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:45 WIB

Persib Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka Penyerangan Bus Tim U-18 di Batang

Persib Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka Penyerangan Bus Tim U-18 di Batang

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Ada Transaksi Short Selling Saat IHSG Jatuh

Ada Transaksi Short Selling Saat IHSG Jatuh

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Golkar Ambisi Kuasai Kursi DPR daripada Presiden-Wapres, Bahlil: Itu Doktrinnya Adindaku Sayang!

Golkar Ambisi Kuasai Kursi DPR daripada Presiden-Wapres, Bahlil: Itu Doktrinnya Adindaku Sayang!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:36 WIB

Suara Ashilla Sikado Diduga Muncul di Film AIN Tanpa Izin, Ini Klarifikasi MVP Pictures

Suara Ashilla Sikado Diduga Muncul di Film AIN Tanpa Izin, Ini Klarifikasi MVP Pictures

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Harga Minyak Mentah Menguat, Brent Tembus 109 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Menguat, Brent Tembus 109 Dolar AS per Barel

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Bisnis Logistik Mulai Beralih ke Mobil Listrik

Bisnis Logistik Mulai Beralih ke Mobil Listrik

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Praktis Reapply! 4 Sunscreen Spray Collagen Kulit Kenyal Bebas Garis Halus

Praktis Reapply! 4 Sunscreen Spray Collagen Kulit Kenyal Bebas Garis Halus

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Hujan di DIY Diprediksi Masih Minim hingga Awal November, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Hujan di DIY Diprediksi Masih Minim hingga Awal November, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Respons Aksi Bundaran HI: Pemerintah Janji Evaluasi, Minta Greenpeace Serahkan Data dan Rekomendasi

Respons Aksi Bundaran HI: Pemerintah Janji Evaluasi, Minta Greenpeace Serahkan Data dan Rekomendasi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:11 WIB

×