Wajah Wanita Berubah Saat Masa Subur dan Jadi Lebih Menarik di Mata Pria?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 25 April 2021 | 21:27 WIB
Wajah Wanita Berubah Saat Masa Subur dan Jadi Lebih Menarik di Mata Pria?
Ilustrasi wanita (pexels.com/@wancukz)

Suara.com - Pernahkah Anda mendengar klaim bahwa wajah wanita terlihat berbeda saat dalam masa subur? Beberapa ilmuwan mengatakan wanita akan terlihat menarik ketika sedang dalam masa subur atau masa ovulasi.

Namun, sekarang ada studi baru yang membantah gagasan tersebut.

Pada 1990-an sejumlah penelitian kecil menunjukkan, pada hari ovulasi simetri jaringan lunak wanita, seperti ukuran payudara, telinga, dan wajah secara halus berubah oleh hormon. Ini membuat wanita lebih menarik bagi lawan jenis.

Tetapi, penelitian yang sama dari studi-studi kecil tersebut tidak menemukan fluktuasi bentuk wakah selama siklus menstruasi wanita.

"Hasil kami menunjukkan bahwa peningkatan daya tarik wajah wanita yang sebelumnya ditemukan dalam fase paling subur dari siklus menstruasi tidak didorong oleh perubahan bentuk wajah," tulis penulis studi, dilansir Science Alert.

Ilustrasi masa subur (Shutterstock)

"Tetapi mungkin berasal dari perubahan lain dalam penampilan wajah, seperti warna kulit yang lebih menarik. Ini menggarisbawahi pentingnya replikasi penelitian dengan metode baru," sambungnya.

Menggunakan ukuran sampel yang lebih besar dan tes hormonal yang lebih rinci daripada penelitian sebelumnya, penelitian baru ini menguji apakah ada perubahan pada daya tarik wanita pada suatu titik dalam siklus menstruasi yang mungkin berkaitan dengan bentuk wajah mereka.

Tetapi memang, saat masa ovulasi semakin mendekat, penelitian melihat adanya perubahan pada tubuh wanita. Misalnya, suara terdengar lebih nyaring dan bau badan bisa menjadi lebih menarik.

Tetapi meskipun ada beberapa bukti wajah wanita lebih menarik bagi pria, hasil ini lebih tipis dan kesimpulan penelitian terdahulu diperdebatkan.

“Hasil ini tidak mendukung laporan fluktuasi simetri pada gambar wajah dan pengukuran tubuh lainnya sepanjang siklus menstruasi,” simpul penulis.

"Perubahan dalam penilaian daya tarik yang ditemukan di beberapa penelitian sebelumnya mungkin juga merupakan produk sampingan dari perubahan tingkat hormonal," pungkas peneliti, yang menerbitkan studinya di Proceedings of the Royal Society B.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tya Ariestya Sukses Dapatkan Masa Subur Tanpa Obat, Benarkah Efek Diet?

Tya Ariestya Sukses Dapatkan Masa Subur Tanpa Obat, Benarkah Efek Diet?

Health | Rabu, 07 April 2021 | 16:59 WIB

Tak seperti Babon Betina, Mengapa Masa Subur pada Perempuan Begitu Samar?

Tak seperti Babon Betina, Mengapa Masa Subur pada Perempuan Begitu Samar?

Tekno | Selasa, 26 Januari 2021 | 07:05 WIB

Ingin Rencanakan Kehamilan, Ketahui Masa Subur di Kalender Menstruasi

Ingin Rencanakan Kehamilan, Ketahui Masa Subur di Kalender Menstruasi

Health | Kamis, 26 November 2020 | 11:51 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB