Update Covid-19 Global: Gelombang Tsunami Covid-19 India Pecah Rekor Lagi

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 26 April 2021 | 09:48 WIB
Update Covid-19 Global: Gelombang Tsunami Covid-19 India Pecah Rekor Lagi
Tingginya angka kematian per hari akibat Covid-19 di India. [Sanjay Kanojia/AFP]

Suara.com - India masih mendominasi sebagian besar laporan kasus harian positif Covid-19. Kasus baru di India tembus 300 ribu pada Kamis (22/4).

Kemudian selama empat hari berturut-turut tren 300 ribu kasus harian terus berlanjut di India. 

Dikutip dari data pada situs worldometers.info, pagi ini laporan kasus harian India tercatat 354.531 orang positif Covid-19 dalam waktu 24 jam.

Angka itu naik dari laporan hari sebelumnya sebanyak 349.313 kasus (Minggu, 25 April) dan 345.147 kasus (Sabtu, 24 April).

India juga menjadi satu-satunya negara yang kasus positif hariannya mencapai ratusan ribu per hari.

Total kasus di India hingga hari ini tercatat sudah sebanyak 17,3 juta kasus. Terbanyak kedua setelah Amerika Serikat 32,82 juta kasus.

Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak semua warganya untuk divaksinasi dan berhati-hati terhadap paparan virus corona. Rumah sakit di seluruh negera bagian sampai menolak pasien lantaran kehabisan oksigen dan tempat tidur medis.

"Kami yakin, semangat kami naik setelah berhasil mengatasi gelombang pertama, tetapi badai ini telah mengguncang bangsa," kata Modi dalam pidato radio, dikutip dari Channel News Asia.

Pemerintah Modi telah menghadapi kritik bahwa mereka lengah, membiarkan pertemuan agama dan politik besar terjadi ketika kasus-kasus India menurun drastis hingga di bawah 10.000 per hari dan tidak berencana membangun sistem perawatan kesehatan.

Rumah sakit dan dokter telah mengeluarkan pemberitahuan mendesak bahwa mereka tidak dapat mengatasi lonjakan pasien.

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal memperpanjang penutupan di ibu kota yang akan berakhir pada Senin selama seminggu untuk mencoba dan membendung penularan virus yang menewaskan satu orang setiap empat menit.

"Penguncian adalah senjata terakhir yang harus kami tangani untuk menangani virus corona, tetapi dengan kasus yang meningkat begitu cepat, kami harus menggunakan senjata ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Klaster Poltekkes Pontianak, Puluhan Orang Positif Corona

Geger Klaster Poltekkes Pontianak, Puluhan Orang Positif Corona

Kalbar | Senin, 26 April 2021 | 08:35 WIB

Masa New Normal Bikin Orang Introvert Mendapatkan Keuntungan, Kok Bisa?

Masa New Normal Bikin Orang Introvert Mendapatkan Keuntungan, Kok Bisa?

Health | Senin, 26 April 2021 | 08:10 WIB

Pasca Pandemi, Akankah Perusahaan Tetap Bolehkan WFH?

Pasca Pandemi, Akankah Perusahaan Tetap Bolehkan WFH?

Video | Senin, 26 April 2021 | 09:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB