Orangtua Harus Tahu, Ini Manfaat Belajar Berpuasa Bagi Anak

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 28 April 2021 | 13:44 WIB
Orangtua Harus Tahu, Ini Manfaat Belajar Berpuasa Bagi Anak
Ilustrasi melatih anak puasa. [Shutterstock]

Suara.com - Anak yang belum akil balig atau belum mengalami pubertas tidak diwajibkan berpuasa saat bulan Ramadhan. Tetapi tak ada salahnya mengenalkan dan mengajarkan anak puasa meski tak sampai maghrib.

Selain untuk penerapan ajaran agama, berpuasa juga memiliki manfaat kesehatan untuk anak. Dokter Spesialis Anak di Primaya Evasari Hospital dr. Desy Dewi Saraswati mengatakan bagaimana manfaat berpuasa bagi anak sangat beragam.

"Di antaranya tubuh anak menjadi lebih sehat, jadwal makan terjadwal, racun di dalam tubuh terbuang, anak lebih disiplin makan dan minum, anak menjadi belajar bersabar mengendalikan diri," kata dokter Desy dalam keteran tertulisnya.

Selain itu, manfaat lain belajar berpuasa bagi anak adalah melembutkan hati sang anak untuk membantu sesama, memupuk jiwa sosial tinggi pada anak, dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Tetapi penting untuk diketahui orangtua bahwa anak juga rentan alami kelesuan jika dipaksa terlalu lama menjalankan puasa.

Ia menyarankan, selama masa berlatih sebaiknya anak tidak langsung puasa satu hari penuh. Tapi sesuaikan dengan kemampuan dan usia anak, misalnya cukup 4-5 jam sehari tidak makan dan minum. 

Saat waktunya berbuka puasa, anak sebaiknya disuguhkan makanan dengan indeks glikemik tinggi guna menaikkan gula darahnya. 

"Ketika berbuka puasa tubuh memerlukan kadar gula dengan segera. Maka dari itu, kita bisa memberi si kecil buah segar, manisan buah, donat, kentang, atau roti. Kurma bisa menjadi pilihan yang baik," katanya.

Anak-anak tetap harus mengonsumsi makanan seimbang yang mengandung nutrisi lengkap. Terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Dokter Dessy mengingatkan juga untuk konsumsi cairan yang cukup dan jangan lupa untuk menyediakan menu favorit saat berbuka sebagai motivasi anak terus berpuasa. 

"IDAI merekomendasikan agar orang tua memberikan variasi makanan dalam hal bentuk, rasa, dan bahan dasarnya,” ujarnya.

Selain dari makanan, jadwal tidur anak pun perlu disesuaikan ketika menjalankan ibadah puasa. Jika biasanya anak tidur pukul 21.00, disarankan untuk mengajak mereka tidur satu jam lebih awal selama bulan puasa. 

"Waktu tidur yang lebih awal membuat anak akan lebih mudah untuk dibangunkan saat sahur nanti," pungkas dr Dessy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Puasa Hari ke 18 Ramadhan, Bacaan Latin dan Maknanya

Doa Puasa Hari ke 18 Ramadhan, Bacaan Latin dan Maknanya

News | Rabu, 28 April 2021 | 13:25 WIB

Bulan Ramadhan, Saatnya Berbagi Akses Musik dengan Anggota Keluarga

Bulan Ramadhan, Saatnya Berbagi Akses Musik dengan Anggota Keluarga

Press Release | Rabu, 28 April 2021 | 11:57 WIB

Lakukan Hal Ini, Anda Tidak Akan Ngantuk Usai Santap Sahur

Lakukan Hal Ini, Anda Tidak Akan Ngantuk Usai Santap Sahur

Banten | Rabu, 28 April 2021 | 11:35 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB