5 Masalah Defisiensi Nutrisi yang Paling Umum Terjadi

Risna Halidi, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 28 April 2021 | 14:09 WIB
5 Masalah Defisiensi Nutrisi yang Paling Umum Terjadi
Ilustrasi makanan sehat (Elements Envato)

Suara.com - Tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan mencegah penyakit.

Dilansir melalui Okadoc, ketika tubuh tidak mengonsumsi atau mendapatkan cukup nutrisi dari makanan, maka tubuh akan mengalami sesuatu yang disebut defisiensi nutrisi atau insufficiency.

Berikut ini adalah deretan hal yang terjadi bila manusia kekurangan nutrisi yang penting bagi tubuh.

1. Kekurangan Kalsium
Setiap sel tubuh membutuhkan kalsium agar berfungsi dengan baik. Ini membantu proses mineralisasi tulang dan gigi, yang sangat penting selama periode pertumbuhan yang cepat. Ini juga penting untuk menjaga kesehatan tulang. Kalsium juga bertindak sebagai molekul pemberi sinyal di mana jantung, otot, dan saraf tidak akan dapat berfungsi tanpanya.

Akibat kekurangan kalsium, orang akan berisiko mengalami osteoporosis, yang ditandai dengan tulang yang lebih lemah dan lebih rapuh sebagai gejala defisiensi kalsium yang paling umum. Kalsium dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti produk susu, ikan bertulang, dan sayuran hijau.

2. Kekurangan Vitamin D.
Vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan dapat membantu mencegah kanker tertentu. Kekurangan vitamin D dapat memanifestasikan dirinya dalam berbagai cara, termasuk kelelahan, nyeri tulang, perubahan suasana hati, serta nyeri dan kelemahan otot.

Konsumsi rutin susu atau yogurt serta konsumsi ikan berlemak dua kali seminggu seperti salmon atau tuna, akan sangat baik. Selain itu, menghabiskan waktu di luar ruangan di bawah sinar matahari setiap hari yang merupakan sumber vitamin D juga baik untuk tubuh.

3. Kekurangan Zat Besi
Kekurangan zat besi adalah salah satu kekurangan nutrisi paling umum yang memengaruhi lebih dari 25 persen populasi dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Kelelahan, sistem kekebalan yang lemah, dan penurunan fungsi otak adalah gejala umum kekurangan zat besi.

Zat besi dapat dibagi menjadi 2 kategori: Zat besi Heme dan Non-Heme. Zat besi heme dapat ditemukan dalam makanan seperti daging merah, kerang, dan sarden kaleng. Sedangkan zat besi Non-Heme dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

4. Kekurangan Magnesium
Kekurangan magnesium juga dikenal sebagai hipomagnesemia. Kekurangan magnesium memiliki berbagai penyebab mulai dari asupan makanan yang tidak mencukupi hingga kekurangan magnesium dalam tubuh.

Masalah kesehatan yang terkait dengan kekurangan magnesium termasuk diabetes, penyerapan yang buruk, diare kronis, dan penyakit celiac. Gejala kekurangan magnesium adalah kedutan dan kram pada otot, osteoporosis, kelelahan fisik dan mental, tekanan darah tinggi. Sumber magnesium di antaranya almond, biji rami, cokelat hitam, kacang tanah, oat, dan kopi.

5. Kekurangan Vitamin B12
Ini adalah jenis kekurangan nutrisi yang umum terjadi terutama di kalangan lansia. Tanda dan gejala kekurangan vitamin B12 adalah kelemahan, kulit pucat dan mata putih, sariawan, pusing, dan perubahan suasana hati yang konstan.

Vitamin B12 secara alami terdapat dalam makanan hewani, termasuk daging, ikan, unggas, telur, dan produk susu. Itu juga bisa hadir dalam produk yang diperkaya B12, seperti varietas roti tertentu dan susu nabati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penuhi Kebutuhan Gizi selama Puasa, Simak Saran Ahli Berikut

Penuhi Kebutuhan Gizi selama Puasa, Simak Saran Ahli Berikut

Health | Rabu, 28 April 2021 | 03:05 WIB

BAF Bantu Penuhi Asupan Nutrisi Anak-anak Indonesia

BAF Bantu Penuhi Asupan Nutrisi Anak-anak Indonesia

Sumut | Sabtu, 24 April 2021 | 00:15 WIB

Tingkatkan Kekebalan secara Alami, Konsumsi 5 Makanan Tinggi Zinc Berikut

Tingkatkan Kekebalan secara Alami, Konsumsi 5 Makanan Tinggi Zinc Berikut

Health | Kamis, 22 April 2021 | 15:31 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB