alexametrics

Mantap! Adakan Kajian Ramadhan, KBRI Canberra Bahas Kesehatan Mental

M. Reza Sulaiman
Mantap! Adakan Kajian Ramadhan, KBRI Canberra Bahas Kesehatan Mental
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Pentingnya kesehatan mental membuat pembahasan seputar topik ini menjadi penting, termasuk di bulan Ramadhan.

Suara.com - Pentingnya kesehatan mental membuat pembahasan seputar topik ini menjadi penting, termasuk di bulan Ramadhan.

Atas dasar ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra bekerja sama dengan Australia–Indonesia Muslim Foundation Australian Capital Territory (AIMF-ACT) menyelenggarakan kegiatan kajian Ramadhan tentang kesehatan mental.

Pemahaman tentang kesehatan mental dalam pandangan Islam sangat diperlukan, khususnya bagi Muslimah Indonesia yang berdomisili di Australia.

Pandangan itu dikemukakan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Canberra Caecilia Legowo dalam acara kajian khusus Muslimah bertajuk "Let’s Talk about Mental Health".

Baca Juga: Tak Melulu Negatif, Simak Manfaat Positif Bergosip

"Topik tersebut umumnya masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu sehingga orang segan untuk terbuka dan mencari bantuan," ujar Caecilia.

Pada kesempatan itu, dia menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi perempuan untuk belajar dan berbagi tentang kesehatan mental pada satu sama lain.

Sesi khusus untuk perempuan itu menghadirkan Dr. Sally Kalek, seorang psikolog klinis Australia yang membahas kesehatan mental dari sisi teori psikologi dan keagamaan.

Sally, yang adalah juga seorang Muslimah, menegaskan bahwa pergolakan emosi merupakan hal manusiawi yang pasti dialami oleh setiap orang.

Menurut dia, masalah mental, seperti stres, depresi dan kecemasan, adalah manifestasi dari masalah yang muncul dari kondisi biologis, lingkungan, situasi, atau masalah sistem saraf manusia.

Baca Juga: Rekan Kerja Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Ini yang Bisa Anda Lakukan

Dalam kegiatan kajian tersebut juga dibahas berbagai strategi untuk mengatasi gangguan mental berdasarkan teori psikologi modern dan sejalan dengan ajaran Islam.

Komentar