Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Muhamad Yasir

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB
Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa
mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).
baca 10 detik
  • Pemerintah mengevaluasi Sekolah Rakyat di Makassar pada Oktober 2026 untuk membuka akses pendidikan keluarga miskin.
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan siswa rentan memerlukan pemeriksaan kesehatan serta pendekatan psikologis khusus.
  • Pemerintah masih menghadapi tantangan kekurangan tenaga pengajar, wali asrama, dan pengasuh untuk mengoptimalkan pendidikan.

Suara.com - Pemerintah terus membenahi penyelenggaraan Sekolah Rakyat setelah berjalan lebih dari satu tahun. Sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari kondisi psikologis siswa yang berasal dari keluarga rentan hingga kebutuhan tenaga pendidik dan pengasuh asrama.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan.

Namun, latar belakang siswa membuat proses pendampingan tidak bisa hanya berfokus pada kegiatan belajar-mengajar.

Sebagian siswa memiliki pengalaman hidup yang berat, termasuk kehilangan orang tua, menjadi korban kekerasan, hingga menghadapi persoalan psikologis.

Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan khusus agar mereka dapat mengikuti pendidikan dengan baik.

“Anak-anak ini membutuhkan pendampingan yang penuh empati,” ujar Gus Ipul dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).

Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan pengarahan dalam acara Penguatan Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan pengarahan dalam acara Penguatan Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Gus Ipul, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah memastikan kondisi kesehatan siswa sejak awal mereka masuk Sekolah Rakyat.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan masing-masing anak, termasuk jika mereka memerlukan penanganan atau rehabilitasi sebelum mengikuti pembelajaran.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang menempatkan kebutuhan siswa sebagai perhatian utama. Sebab, anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan juga membutuhkan dukungan untuk membangun rasa aman dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.

baca juga

Pemerintah, kata Gus Ipul, juga terus melakukan konsolidasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan.

Meski secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan, pemerintah masih menghadapi sejumlah kekurangan. Kebutuhan guru, wali asrama, dan pengasuh menjadi pekerjaan yang perlu ditangani agar kegiatan belajar serta pendampingan siswa berlangsung optimal.

Kekurangan tenaga pendidik dan pendamping menjadi penting untuk diperhatikan karena Sekolah Rakyat tidak hanya menyelenggarakan pembelajaran di kelas.

Sistem pendidikan berasrama juga menuntut pendampingan dalam keseharian siswa, termasuk ketika mereka menghadapi persoalan pribadi maupun beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, penguatan kapasitas kepala sekolah menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah membenahi pengelolaan Sekolah Rakyat. Kepala sekolah diharapkan mampu mengoordinasikan kegiatan pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan siswa mendapat perhatian.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, tantangan Sekolah Rakyat bukan hanya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Pemerintah juga perlu memastikan dukungan psikologis, kecukupan tenaga pendidik, serta pengasuhan di asrama berjalan beriringan agar anak-anak dapat belajar dan berkembang sesuai kebutuhannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Seskab Teddy Sebut 45 Ribu Anak Keluarga Kurang Mampu Terbantu Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Sebut 45 Ribu Anak Keluarga Kurang Mampu Terbantu Sekolah Rakyat

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×