Fenomena Antigen Bekas, Ketua PDPI: Picu Trauma Psikologis Masyarakat

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 30 April 2021 | 17:43 WIB
Fenomena Antigen Bekas, Ketua PDPI: Picu Trauma Psikologis Masyarakat
Ilustrasi rapid test antigen (Unsplash/medakit)

Suara.com - Heboh oknum petugas Kimia Farma menggunakan alat rapid test antigen Covid-19 bekas di Bandara Kualanamu, Medan, membuat Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR khawatir akan dampaknya pada psikologis masyarakat Indonesia.

"Tentunya ini adalah hal yang sangat disayangkan, bahwa itu terjadi. Mengenai dampaknya gimana, tentu ada dampak psikologis kepada para masyarakat, kalau diswab mereka khawatir jangan-jangan pakai bahan bekas," ujar Dr. Agus saat dihubungi suara.com, Jumat (30/4/2021).

Kekhawatiran ini tentu saja akan memperparah ketakutan masyarakat. Belum lagi ditambah dengan ramainya anggapan masyarakat bahwa pihak rumah sakit kerap mendiagnosis masyarakat sebagai pasien Covid-19 meski nyatanya tidak. 

Hasilnya, tugas para tenaga kesehatan (nakes) untuk meyakinkan masyarakat semakin berat dan menambah beban pekerjaan.

"Bisa aja dampak psikologi takut bekas orang jadi positif jadi trauma. Pemikiran (trauma) seperti itu menjadikan jadi PR tambahan kepada petugas kita untuk meyakinkan, karena itu (penggunaan antigen bekas) memang tidak patut dilakukan, sehingga sangat disayangkan," ungkap Dr. Agus.

Sementara itu penggunaan antigen bekas kata Dr. Agus tidak hanya bisa meningkatkan risiko penularan virus corona penyebab sakit Covid-19, tapi juga berpotensi bisa membuat penggunanya terinfeksi kuman atau bakteri dan penyakit lain.

"Karena kan bekas, infeksius, harus dibuang, kategorinya limbah infeksius harus dibuang dan dimusnahkan," pungkas Dr. Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Murka Dengan Kasus Rapid Test Antigen Bekas

Erick Thohir Murka Dengan Kasus Rapid Test Antigen Bekas

Kaltim | Jum'at, 30 April 2021 | 15:29 WIB

Polda Sumut soal Kasus Tes Antigen Bekas: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Polda Sumut soal Kasus Tes Antigen Bekas: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Sumut | Jum'at, 30 April 2021 | 14:34 WIB

Praktek Antigen Bekas Untuk Penumpang Bandara, Lima Tersangka Raup Rp 1,8 M

Praktek Antigen Bekas Untuk Penumpang Bandara, Lima Tersangka Raup Rp 1,8 M

Sumsel | Jum'at, 30 April 2021 | 14:36 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×