Inhaler Penangkal Corona Selesai Diuji Coba ke Hewan, Hasilnya?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 06 Mei 2021 | 20:31 WIB
Inhaler Penangkal Corona Selesai Diuji Coba ke Hewan, Hasilnya?
Inhaler Penangkal Corona. (Dok: Balitbang Kementan RI)

Suara.com - Setelah tahun lalu Badan Litbang Kementerian Pertanian (Kementan) sempat menghebohkan Indonesia, dengan produk eucalyptus penangkal corona. Salah satunya yang berbentuk kalung dan produk hisap hidung (Inhaler), yang akhirnya banyak dikritisi dan diminta untuk diuji lebih lanjut.

Kini secara resmi Balitbang Kementan RI mengumumkan hasil uji in vitro produk terhadap virus SARS CoV 2. Uji in vitro ini adalah pengujian menggunakan hewan sebagai model ujicoba.

Sebelum nantinya diuji pada manusia atau yang disebut dengan uji klinis, yang akan dilakukan dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Hasil uji in vitro ini kata Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner NLP Indi Dharmayanti hasilnya menggembirakan karena mampu mengikat virus SARS CoV 2, sehingga sulit bereplikasi atau memperbanyak diri, dan berpotensi jadi obat Covid-19.

Inhaler Penangkal Corona. (Dok: Balitbang Kementan RI)
Inhaler Penangkal Corona. (Dok: Balitbang Kementan RI)

Tidak kurang dari satu tahun uji in vitro, toksisitas dan uji klinis dilakukan dengan melibatkan para akademisi, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Terbukti baik bahan utama maupun produk eucalyptus racikan Balitbangtan saat diuji pada hewan, mampu mengurangi kerusakan sel akibat infeksi Covid-19, termasuk mengurangi jumlah dan kemampuan bertahan hidup virus di dalam tubuh.

"Uji toksisitas per-inhalasi pada mencit tidak menunjukkan perubahan klinis, patologi dan histopatologi pada mencit yang diuji," terang Indi, dalam keterangan pers yang diterima suara.com, Rabu (5/5/2021).

Mencit adalah sejenis hewan pengerat seperti tikus berwarna putih dan berukuran kecil, yang kerap dijadikan sebagai model penelitian pengobatan maupun metode praktik medis lainnya, sebelum dilakukan pada manusia.

"Hasil penelitian tersebut dinilai berdasarkan peningkatan CT Value uji real time PCR/rRT-PCR, peningkatan nilai Optical Density uji MTT, dan mencegah munculnya cytopathic effect (CPE) pada kultur sel," terang Indi lagi.

baca juga

CT value adalah singkatan dari cycle threshold yaitu ambang batas siklus atau jumlah maksimal dan minimal virus menginfeksi sel atau tubuh seseorang. Sehingga mencit menjalankan tes PCR dan didapatkan jumlah CT value sebagai bahan penelitian.

Sedangkan nilai optical density uji MTT adalah nilai yang digunakan untuk melihat hasil uji toksisitas, yaitu pengujian untuk melihat seberapa banyak dosis yang diberikan efektif untuk pengobatan.

Terakhir, CPE adalah efek sitopatik berupa adanya kelainan struktural sel manusia yang berubah atau mengalami kelainan akibat terinfeksi virus. Sehingga bila CPE tidak terjadi atau rendah akibat uji coba obat yang diberikan, maka zat tersebut terbukti efektif melawan virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Umumkan Tiga Varian Corona Paling Ganas, Dua Sudah Ada di Indonesia

WHO Umumkan Tiga Varian Corona Paling Ganas, Dua Sudah Ada di Indonesia

Batam | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:55 WIB

Covid-19 dari India Mulai Menyebar, Negara Tetangga Tutup Perbatasan

Covid-19 dari India Mulai Menyebar, Negara Tetangga Tutup Perbatasan

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:37 WIB

Sydney Laporkan Penularan Lokal, Australia Bergegas Lacak Sumbernya

Sydney Laporkan Penularan Lokal, Australia Bergegas Lacak Sumbernya

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 11:07 WIB

Terkini

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Sport | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:24 WIB

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Jogja | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:22 WIB

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:10 WIB

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:01 WIB

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:42 WIB

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:30 WIB

×