Kabar Baik, Bivalirudin Efektif Atasi Pembekuan Darah akibat Vaksin J&J

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 06 Mei 2021 | 16:16 WIB
Kabar Baik, Bivalirudin Efektif Atasi Pembekuan Darah akibat Vaksin J&J
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Akhirnya ada dokter yang berhasil merawat pasien penderita pembekuan darah langka akibat vaksin Covid-19 Johnson & Johnson dengan menggunakan alternatif bivalirudin, obat pengencer darah.

Selama jeda penggunaan vaksin Johnson & Johnson di Amerika Serika, dokter diberi waktu untuk memastikan bahwa tahu cara merawat penderita gangguan pembekuan darah, yang dikenal sebagai sindrom trombosis-trombositopenia (TTS).

Sindrom langka ini melibatkan pembekuan darah di pembuluh darah otak dan menurunkan jumlah trombosit menjadi sangat rendah, lapor Live Science.

Dalam kasus ini, pasien wanita kulit putih berusia 40 tahun menerima vaksin Johson & Johnson pada awal April kemarin. Lima hari setelahnya, ia mengalami gejala sakit kepala, tekanan sinus, nyeri otot dan sakit tenggorokan.

Pada 8 hari setelah vaksinasi, dia pun memeriksakan diri ke pusat perawatan darurat dan diberi resep antibiotik, kortikosteroid, dan pelemas otot.

Ilustrasi pembekuan darah [Foto: Antara]
Ilustrasi pembekuan darah [Foto: Antara]

Namun, sakit kepalanya makin memburuk, terutama ketika bergerak. Ia juga merasakan pusing dan kepekaan terhadap cahaya.

Hari ke-12 setelah vaksin, ia memeriksakan diri ke Rumah Sakit Univeristas UCHealth Colorado. Di sana, dokter mendiagnosis dengan TTS.

Dokter pun merawatnya menggunakan obat pengencer darah bivalirudin. Setelah enam hari opname, ia sudah bisa dipulangkan.

Menurut dokter, pada tindak lanjut tiga hari kemudian, gumpalan darah dan sakit kepalanya juga hilang dan jumlah trombositnya meningkat lebih banyak.

baca juga

"Seorang pasien diobati dengan bivalirudin karena dicurigai TTS. Kemudian ia mengalami perbaikan gejala, peningkatan jumlah trombosit, dan tidak menunjukkan hasil negatif langsung," tulis para penulis studi kasus.

Penulis studi mengatakan bahwa obat pengencer darah bivalirudin dapat menjadi pengganti obat heparin dalam perawatan alternatif pembekuan darah langka sindrom trombositopenia akibat vaksin Johnson & Johnson.

"Sambil menunggu yang lebih pasti," pungkas penulis, yang menerbitkan studi kasusnya di jurnal Annals of Emergency Medicine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Temukan Pingsan Jadi Efek Samping Umum Vaksin Johnson Johnson

CDC Temukan Pingsan Jadi Efek Samping Umum Vaksin Johnson Johnson

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 17:26 WIB

Amerika Serikat Lanjutkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Amerika Serikat Lanjutkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Health | Minggu, 25 April 2021 | 10:23 WIB

Sempat Ditunda, CDC Lanjutkan Peluncuran Vaksin Johnson & Johnson

Sempat Ditunda, CDC Lanjutkan Peluncuran Vaksin Johnson & Johnson

Health | Sabtu, 24 April 2021 | 11:42 WIB

Terkini

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:45 WIB

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 08:40 WIB

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

×