Dunia Krisis 900 Ribu Bidan, Salah Satu Penyebabnya: Ketidaksetaraan Gender

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 06 Mei 2021 | 20:19 WIB
Dunia Krisis 900 Ribu Bidan, Salah Satu Penyebabnya: Ketidaksetaraan Gender
Ilustrasi bidan (Freepik)

Suara.com - Laporan baru menunjukkan bahwa dunia sedang menghadapi kekurangan sekitar 900 ribu bidan. Padahal, minat melahirkan di rumah telah meningkat selama pandemi virus corona Covid-19.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Konfederasi Bidan Internasional (ICM), sekarang ini hanya ada sekitar 1,9 juta bidan di seluruh dunia.

Kekurangan tersebut dapat dikaitkan dengan ketidaksetaraan gender. Sebab, kebidanan adalah profesi yang didominasi perempuan dengan kurangnya investasi kronis dari pembuat kebijakan.

Bidan juga menghadapi disparitas gaji berbasis gender dan kurangnya peluang pertumbuhan karir, lapor Insider.

Selama pandemi ini, banyak bidan meninggalkan angkatan kerja bidan. Dalam beberapa kasus karena mereka kekurangan alat pelindung diri (APD).

Ilustrasi bidan (Freepik)
Ilustrasi bidan (Freepik)

Tugas bidan, selain membantu persalinan, tetapi juga menyediakan berbagai layanan kesehatan seksual dan reproduksi lainnya. Serta, perawatan antenatal, postpartum, dan neonatal.

"Sudah waktunya bagi pemerintah untuk mengakui bukti seputar dampak perawatan yang dipimpin bidan, yang meningkatkan kehidupan dan menyelamatkan nyawa," kata Franka Cadée, presiden ICM, dilansir Insider.

Pandemi ini menciptakan krisis profesional medis

Sebenarnya, tidak hanya bidan yang mempertimbangkan untuk meninggalkan bidang medisnya setelah lebih dari setahun mengalami kelelahan emosional dan fisik akibat pandemi.

baca juga

Perawat, seperti bidan, telah bekerja terlalu keras dan menghadapi kekurangan APD dan sumber daya lainnya. Banyak yang merasa sangat lelah sehingga mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan profesinya.

Salah satunya Nikki Motta, perawat di rumah sakit di sepanjang Pantai Timur Amerika Serikat, mengatakan bahwa ia ingin melanjutkan ke praktik lanjutan setelah enam tahun sebagai perawat rumah sakit.

Stres saat merawat pasien Covid-19 di rumah sakit, yang kekurangan staf, telah menyebabkan masalah fisik, salah satunya kerontokan rambut.

"Beban sangat berat dari apa yang saya lakukan dan saya tidak merasa seperti melakukan pekerjaan yang awalnya saya daftarkan, yaitu membantu orang dan membuat orang merasa lebih baik," pungkas Motta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Oknum Bidan di Pekanbaru Diduga Terlibat Perdagangan Bayi

Waduh! Oknum Bidan di Pekanbaru Diduga Terlibat Perdagangan Bayi

Riau | Rabu, 21 April 2021 | 11:07 WIB

Viral Bidan Cerita Bayi Pasiennya Diberi Susu Kambing, Apa Bahayanya?

Viral Bidan Cerita Bayi Pasiennya Diberi Susu Kambing, Apa Bahayanya?

Health | Selasa, 06 April 2021 | 18:45 WIB

Viral Bidan Ngaku Emosi ke Ibu Hamil Gegara Lupa Tanggal, Publik Mengecam

Viral Bidan Ngaku Emosi ke Ibu Hamil Gegara Lupa Tanggal, Publik Mengecam

Hits | Minggu, 28 Maret 2021 | 08:28 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×