Suntikan Vaksin Covid-19 Tak Cukup Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 09 Mei 2021 | 18:50 WIB
Suntikan Vaksin Covid-19 Tak Cukup Lindungi Pasien Transplantasi Organ
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Orang yang pernah menjalani transplantasi organ harus lebih berhati-hati, karena mereka berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 meskipun sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali.

Para peneliti di Johns Hopkins telah menemukan 2 dosis vaksin Covid-19 belum cukup melindungi orang yang pernah menjalani operasi transplantasi organ dari virus corona Covid-19.

Penemuan yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) ini pun menyarankan pasien transplantasi organ selalu menggunakan masker dan menjaga jarak fisik meski sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali.

Pada studi sebelumnya, para peneliti melaporkan bahwa hanya 17 persen penerima transplantasi organ yang menghasilkan cukup antibodi untuk melawan virus corona setelah satu kali suntikan vaksin Covid-19.

Lalu, mereka juga mengalami peningkatan jumlah antibodi terhadap virus corona Covid-19 Sebanyak 54 persen setelah suntikan kedua vaksin Covid-19.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

"Meskipun mereka mengalami peningkatan antibodi yang cukup tinggi untuk melawan virus corona Covid-19, tapi jumlahnya masih di bawah antibodi orang-orang dengan sistem kekebalan sehat," kata Brian Boyarsky, MD, seorang ahli bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins dikutip dari Health Shots.

Berdasarkan temuan penelitian ini, mereka merekomendasikan bahwa orang yang pernah menjalani transplantasi organ dan orang dengan immunocompromised lainnya terus melakukan tindakan pencegahan setelah vaksinasi penuh, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sedangkan, orang yang pernah menerima transplantasi organ vital (jantung, paru-paru, ginjal) harus mengonsumsi obat secara teratur untuk menekan sistem kekebalan mereka dan mencegah penolakan.

Rejimen semacam itu dapat mengganggu kemampuan penerima transplantasi untuk membuat antibodi terhadap zat asing, termasuk antibodi pelindung yang diproduksi sebagai respons terhadap vaksin Covid-19.

baca juga

Kini, studi baru mengevaluasi respons imunogenik ini setelah suntikan kedua dari salah satu vaksin Covid-19 mRNA, yakni antara Moderna dan Pfizer BioNTech pada 658 orang yang menjalani transplantasi organ dan belum pernah terinfeksi virus corona.

Para peserta menyelesaikan proses vaksinasi dua kali antara 16 Desember 2020 dan 13 Maret 2021. Akhirnya, para peneliti menemukan bahwa hanya 98 dari 658 peserta studi atau 15 persen memiliki antibodi terhadap virus corona Covid-19 pada 21 hari setelah suntikan pertama.

Paada hari ke-29 setelah suntikan kedua vaksin Covid-19, jumlah peserta dengan antibodi yang terdeteksi naik menjadi 357 dari 658 atau 54 persen. Setelah kedua dosis vaksin diberikan, 301 dari 658 peserta atau 46 persen peserta tidak memiliki antibodi sama sekali. Sedangkan 39 persen lainnya hanya menghasilkan antibodi setelah suntikan kedua.

Para peneliti juga menemukan bahwa di antara peserta, yang paling mungkin mengembangkan respons antibodi adalah orang yang lebih muda, tidak menggunakan rejimen imunosupresif termasuk obat anti-metabolit dan menerima vaksin Moderna.

Berdasarkan pengamatan ini, Dorry Segev, MD, PhD, Marjory K dan Dorry Segev, MD, PhD, Marjory K, Profesor Bedah dan Epidemiologi, mengatakan orang yang pernah menerima transplantasi organ tidak boleh berasumsi dua kali suntikan vaksin Covid-19 akan memberikan kekebalan yang lebih tinggi daripada hanay satu kali suntikan.

Segev mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan respons vaksin Covid-19 pada populasi ini, termasuk suntikan dosis tambahan atau penggunaan obat penekan kekebalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Protein N Justru Berperan Penting dalam Penularan Covid-19

Studi: Protein N Justru Berperan Penting dalam Penularan Covid-19

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 15:54 WIB

Temuan Terbaru, Vaksin Covid-19 Pertama Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona

Temuan Terbaru, Vaksin Covid-19 Pertama Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 15:31 WIB

Vaksin Covid-19 Bisa Picu Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Ini Fungsinya

Vaksin Covid-19 Bisa Picu Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Ini Fungsinya

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 14:27 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:02 WIB

MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?

MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Susul BTS, Stray Kids Tak Kirim Karya Musik ke dalam Nominasi Grammy 2027

Susul BTS, Stray Kids Tak Kirim Karya Musik ke dalam Nominasi Grammy 2027

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Jabat Kabaharkam Polri, Eks Kapolda Riau Resmi Sandang Jenderal Bintang Tiga

Jabat Kabaharkam Polri, Eks Kapolda Riau Resmi Sandang Jenderal Bintang Tiga

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Jorge Jesus Buka Pintu Cristiano Ronaldo Kembali ke Timnas Portugal

Jorge Jesus Buka Pintu Cristiano Ronaldo Kembali ke Timnas Portugal

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:56 WIB

Andi Sudirman Lantik Andi Winarno Eka Putra Sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel

Andi Sudirman Lantik Andi Winarno Eka Putra Sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Satu Mobil, Beda Titik Jemput: Grab Group Ride Diklaim Bisa Hemat 54,6 Persen

Satu Mobil, Beda Titik Jemput: Grab Group Ride Diklaim Bisa Hemat 54,6 Persen

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:43 WIB

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:34 WIB

×