alexametrics

Suntikan Vaksin Covid-19 Tak Cukup Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Suntikan Vaksin Covid-19 Tak Cukup Lindungi Pasien Transplantasi Organ
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Pasien transplantasi organ tetap berisiko terinfeksi virus corona meskipun sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali.

Suara.com - Orang yang pernah menjalani transplantasi organ harus lebih berhati-hati, karena mereka berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 meskipun sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali.

Para peneliti di Johns Hopkins telah menemukan 2 dosis vaksin Covid-19 belum cukup melindungi orang yang pernah menjalani operasi transplantasi organ dari virus corona Covid-19.

Penemuan yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) ini pun menyarankan pasien transplantasi organ selalu menggunakan masker dan menjaga jarak fisik meski sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali.

Pada studi sebelumnya, para peneliti melaporkan bahwa hanya 17 persen penerima transplantasi organ yang menghasilkan cukup antibodi untuk melawan virus corona setelah satu kali suntikan vaksin Covid-19.

Baca Juga: Program Vaksinasi Gotong Royong Diharapkan Percepat Herd Immunity

Lalu, mereka juga mengalami peningkatan jumlah antibodi terhadap virus corona Covid-19 Sebanyak 54 persen setelah suntikan kedua vaksin Covid-19.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

"Meskipun mereka mengalami peningkatan antibodi yang cukup tinggi untuk melawan virus corona Covid-19, tapi jumlahnya masih di bawah antibodi orang-orang dengan sistem kekebalan sehat," kata Brian Boyarsky, MD, seorang ahli bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins dikutip dari Health Shots.

Berdasarkan temuan penelitian ini, mereka merekomendasikan bahwa orang yang pernah menjalani transplantasi organ dan orang dengan immunocompromised lainnya terus melakukan tindakan pencegahan setelah vaksinasi penuh, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sedangkan, orang yang pernah menerima transplantasi organ vital (jantung, paru-paru, ginjal) harus mengonsumsi obat secara teratur untuk menekan sistem kekebalan mereka dan mencegah penolakan.

Rejimen semacam itu dapat mengganggu kemampuan penerima transplantasi untuk membuat antibodi terhadap zat asing, termasuk antibodi pelindung yang diproduksi sebagai respons terhadap vaksin Covid-19.

Baca Juga: Benarkah Varian Virus Corona India Kebal Vaksin Covid-19? Simak Kata Ahli!

Kini, studi baru mengevaluasi respons imunogenik ini setelah suntikan kedua dari salah satu vaksin Covid-19 mRNA, yakni antara Moderna dan Pfizer BioNTech pada 658 orang yang menjalani transplantasi organ dan belum pernah terinfeksi virus corona.

Komentar