Update Covid-19 Global: Rumah Sakit Jepang Kewalahan Atasi Lonjakan Pasien

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 24 Mei 2021 | 09:53 WIB
Update Covid-19 Global: Rumah Sakit Jepang Kewalahan Atasi Lonjakan Pasien
Ilustrasi tenaga kesehatan di Jepang. (Shutterstock)

Suara.com - Telah lebih dari satu tahun mewabah diseluruh dunia, update Covid-19 global per Senin (24/5) pukul 09.15 WIB menunjukkan angka 167,51 juta kasus. Dari jumlah tersebut lebih dari 3,47 juta jiwa telah meninggal dunia dan 148,58 juta orang berhasil sembuh dari infeksi virus corona SARS Cov-2.

Data pada worldometers tercatat bahwa 15,45 juta orang lagi yang positif Covid-19 sampai saat ini. Sebanyak 96.977 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom berulang kali mengatakan bahwa pandemi masih jauh dari selesai. Bahkan beberapa negaa disebut tengah alami gelombang baru paparan virus corona. Termasuk salah satunya Jepang yang tahun lalu berhasil menahan laju penularan virus.

Rumah sakit di kota terbesar kedua di Jepang, Osaka, bahkan kewalahan menangani lonjakan pasien Covid-19 akibat gelombang besar infeksi yang terjadi. Mereka kehabisan tempat tidur dan ventilator. Dokter yang kelelahan juga telah memperingatkan tentang sistem kesehatan yang terancam runtuh. Para dokter menyarankan agar Olimpiade musim panas ini tidak dilaksanakan.

Wilayah barat Jepang yang dihuni 9 juta orang mengalami kondisi wabah virus corona paling parah dari gelombang keempat pandemi. Sepertiga kematian akibat Covid-19 di Jepang yang terjadi selama Mei berada di sana, meskipun wilayah itu hanya mencakup 7 persen dari populasinya.

"Sederhananya, ini adalah runtuhnya sistem medis. Varian Inggris yang sangat menular dan kewaspadaan yang menurun telah menyebabkan ledakan pertumbuhan jumlah pasien," kata direktur Rumah Sakit Universitas Kindai di Osaka Yuji Tohda, dikutip dari CNA.

Jepang telah menghindari infeksi besar yang diderita oleh negara lain, tetapi gelombang pandemi keempat saat ini menghantam wilayah Osaka, dengan 3.849 tes positif baru dalam seminggu. Angka itu meningkat lima kali lipat selama periode yang sama tiga bulan lalu.

Hanya 14 persen dari 13.770 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit. Sementara tingkat rawat inap terbaru di Tokyo masih sebanyak 37 persen.

Kasus Covid-19 di Jepang kini telah mencapai 714.274 kasus. Dengan jumlah orang yang meninggal sebanyak 12.236 jiwa.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 867 Pasien, Kasus Aktif Covid-19 di DKI Tembus 10 Ribu Pasca Lebaran

Tambah 867 Pasien, Kasus Aktif Covid-19 di DKI Tembus 10 Ribu Pasca Lebaran

News | Minggu, 23 Mei 2021 | 20:58 WIB

Gejala Infeksi Jamur Hitam, Menopause Dini Rentan Alami Serangan Jantung

Gejala Infeksi Jamur Hitam, Menopause Dini Rentan Alami Serangan Jantung

Health | Minggu, 23 Mei 2021 | 18:45 WIB

Hari Ini Angka Kasus Positif Covid-19 Bertambah 5.280 Orang

Hari Ini Angka Kasus Positif Covid-19 Bertambah 5.280 Orang

News | Minggu, 23 Mei 2021 | 17:18 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×