Update Covid-19 Global: Presiden Brasil Didenda Karena Langgar Prokes

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 23 Mei 2021 | 10:41 WIB
Update Covid-19 Global: Presiden Brasil Didenda Karena Langgar Prokes
Ilustrasi masker. (Shutterstock)

Suara.com - Update Covid-19 global per Minggu (23/5) pukul 07.25 WIB kini telah mencapai 167 juta kasus tersebar di 221 negara. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 563.163 orang di seluruh dunia dilaporkan terinfeksi Covid-19.

Sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menegaskan bahwa melakukan protokol kesehatan mutlak dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus corona. Namun di Brasil, Presiden setempat justru harus membayar denda lantaran melanggar aturan protokol kesehatan.

Denda dilayangkan oleh gubernur negara bagian Maranhao yang menganggap Presiden Brasil Jair Bolsonaro tidak mematuhi peraturan keselamatan kesehatan negara bagian dalam acara publik. Otoritas kesehatan setempat telah mengajukan kasus terhadap Bolsonaro tersebut.

"Hukum berlaku untuk semua orang," kata gubernur negara bagian timur laut, sayap kiri Flavio Dino, dikutip Channel News Asia.

Dino mengingatkan bahwa pertemuan lebih dari 100 orang dilarang di negara bagiannya, serta siapa pun wajib menggunakan masker wajah. Bolsonaro memiliki waktu 15 hari untuk mengajukan banding, setelah itu jumlah denda akan ditetapkan.

Bolsonaro membagikan sertifikat properti pedesaan di Acailandia, sekitar 500 km dari Sao Luis, ibu kota negara bagian Maranhao, pada Jumat (21/5). Pada acara tersebut, Bolsonaro yang tidak memakai masker itu menyebut Gubernur Dino sebagai diktator gemuk.

Sejak awal pandemi, Presiden sayap kanan Brasil itu memang telah menentang aturan pembatasan wilayah akibat virus corona dan menyebut setiap gubernur negara bagian yang memberlakukan pembatasan wilayah sebagai diktator.

Brasil memiliki jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Data pada worldometers tercatat angka kematian Brasil telah mencapai 448.291 jiwa. Sementara jumlah kasusnya telah lebih dari 16 juta setelah bertambah 71.283 kasus dalam 24 jam terakhir. Laporan kasus harian Brasil itu jadi yang terbanyak kedua setelah India yang masih alami lonjakan kasus sejak Maret lalu.

Terkait varian virus B1617 asal India, kasus pertama terkait infeksi virus tersebut juga telah terdeteksi di Brasil dan ditemukan di Maranhao. Kasus terjadi pada enam anggota awak kapal kargo yang terdaftar di Hong Kong.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Sistem Kesehatan Malaysia Tertekan dan Nyaris Drop

Update Covid-19 Global: Sistem Kesehatan Malaysia Tertekan dan Nyaris Drop

Health | Sabtu, 22 Mei 2021 | 09:47 WIB

Update Covid-19 Global: Korea Selatan Uji Coba Vaksin Covid-19 Campuran

Update Covid-19 Global: Korea Selatan Uji Coba Vaksin Covid-19 Campuran

Health | Jum'at, 21 Mei 2021 | 09:36 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus Baru Turun, Tapi Angka Kematian India Tinggi

Update Covid-19 Global: Kasus Baru Turun, Tapi Angka Kematian India Tinggi

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 10:50 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×