Amerika Selidiki Kasus Peradangan Jantung Usai Vaksinasi Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 25 Mei 2021 | 10:11 WIB
Amerika Selidiki Kasus Peradangan Jantung Usai Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Menyusul kasus pembekuan darah pada vaksin AstraZenec, kini Badan Keamanan Vaksin Amerika Serikat menyelidiki sejumlah kasus kecil peradangan jantung pada orang muda setelah menerima vaksinasi Covid-19.

Mengutip Live Sciene, Selasa (25/5/2021), beruntung sejumlah kasus ini cenderung dalam kategori ringan. Kondisi peradangan jantung ini disebut miokarditis, yang juga sangat umum.

Dalam penyelidikan sejauh ini, kondisi peradangan jantung pada orang yang telah divaksinasi, kondisinya tidak jauh berbeda dengan populasi umum yang juga mengalami miokarditis, sehingga bisa jadi vaksinasi tidak berkaitan.

"Vaksin sejauh ini lebih bermanfaat (mencegah Covid-19) dibanding risikonya yang sangat rendah, sehingga sangat meyakinkan," ujar Peneliti Senior Pusat Keamanan Kesehatan John Hopkins, Dr. Amesh Adalja.

Miokarditis adalah peradangan otot jantung yang sering terjadi setelah terinfeksi virus, seperti influenza atau SARS CoV 2 penyebab Covid-19. Gejalanya berupa rasa lelah ringan, nyeri dada yang akan hilang dengan sendirinya, hingga irama detak jantung yang tidak teratur, serangan jantung, bahkan pada kasus parah dan jarang terjadi bisa menyebabkan kematian.

Adapun kasus peradangan jantung ini cenderung lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. Salah satunya dialami pada seorang lelaki, 4 hari setelah menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 buatan Pfizer BioNTech dan Moderna.

Namun, pihak keamanan kesehatan dan peneliti sedang menganalisis data catatan dan meminta dokter untuk lebih waspada jika mendapat laporan kasus serupa.

Faktanya, sebelum itu, vaksin lain seperti vaksin flu, dipastikan bisa menyebabkan peradangan jantung, sehingga sangat penting untuk menyelidiki hubungan potensial antara vaksin Covid-19 dan kondisi jantung.

Sehingga kata Adalja, Center Disease Control and Prevention (CDC) mulai memantau kejadian radang jantung pada mereka yang sudah menerima vaksinasi Covid-19.

Sedangkan kasus radang jantung setelah pemberian vaksin Pfizer BioNTech juga dilaporkan terjadi di Israel dan Eropa, namun hingga kini pihak berwenang tidak menemukan keterkaitannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,65 Miliar Lebih Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikan di Seluruh Belahan Bumi

1,65 Miliar Lebih Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikan di Seluruh Belahan Bumi

News | Senin, 24 Mei 2021 | 11:51 WIB

Epidemilog Sebut Konsep Herd Immunity Terdengar Seperti Dongeng, Imajiner

Epidemilog Sebut Konsep Herd Immunity Terdengar Seperti Dongeng, Imajiner

Health | Senin, 24 Mei 2021 | 00:24 WIB

Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di 8 Tempat, Ini Lokasinya

Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di 8 Tempat, Ini Lokasinya

Riau | Minggu, 23 Mei 2021 | 20:38 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB