Terapi Gen Sebagian Berhasil Mengembalikan Penglihatan Tuna Netra

Selasa, 25 Mei 2021 | 15:14 WIB
Terapi Gen Sebagian Berhasil Mengembalikan Penglihatan Tuna Netra
Ilustrasi mata (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria buta yang kehilangan penglihatannya karena penyakit mata neurodegeneratif beberapa puluh tahun lalu, sebagian penglihatannya telah pulih berkat terapi gen eksperimental yang dikembangkan untuk pertama kalinya.

Pria berusia 58 tahun tersebut didiagnosis retinitis pigmentosa (RP), kelainan genetik bawaan progresif yang menyebabkan gangguan penglihatan, 40 tahun lalu.

RP umumnya dianggap sebagai kelainan langka, perkiaraannya satu dari empat ribu orang mengidap kondisi ini. Namun, tetap saja, RP telah memengaruhi sekitar dua ribu orang di seluruh dunia, lapor Science Alert.

Dalam penelitian tersebut, sang pria diberi suntikan intravitreal di salah satu mata yang penglihatannya paling buruk. Suntikan ini mengirimkan 'Adeno-Associated Virus' (AAV).

Ini adalah suatu bentuk terapi gen di mana vektor virus menginfeksi jaringan manusia dengan muatannya yang menguntungkan.

Ilustrasi mata. (Pixabay)
Ilustrasi mata. (Pixabay)

Di terapi ini, virus memberikan kombinasi protein peka cahaya, yang dirancang untuk meningkatkan fungsi persepsi cahaya pada sel retina sang pria yang rusak.

Menggunakan kacamata khusus yang merangsang matanya dengan semburan cahaya yang sesuai dengan bentuk dan posisi benda di depannya, pria tersebut dapat melihat sebagian lagi.

Dengan bantuan pengaturan eksperimental ini, pasien berhasil melihat, menemukan, dan menyentuh objek yang telah diletakkan di atas meja di depannya.

"Proses visual yang mengarah ke persepsi cukup efektif untuk memungkinkan pasien mengarahkan ke objek dan melakukan tugas visuomotor untuk meraihnya," jelas para peneliti.

Baca Juga: Misteri Pria Dikubur 73 Tahun Lalu, Mata-mata atau Kekasih Putus Cinta?

Pada saat yang sama, pria itu mengenakan topi electroencephalographic (EEG) non-invasif, yang dirancang untuk memberikan pembacaan aktivitas saraf di seluruh korteks selama percobaan, memberikan ukuran lain dari penglihatan pria yang pulih sebagian.

Meski masih banyak penelitian yang perlu dilakukan, hasil terapi ini sangat menjanjikan. Terapi eksperimental ini memberikan harapan perawatan bagi penderita retinitis pigmentosa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI