Apa Penyebab Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 25 Mei 2021 | 17:30 WIB
Apa Penyebab Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing?
Ilustrasi bibir sumbing [shutterstock]

Suara.com - Kondisi bibir sumbing terjadi saat bayi masih dalam kandungan. Hal tersebut dijelaskan oleh spesialis bedah dr. Yantoko, Sp.BP.

Ia mengatakan, bibir sumbing terjadi karena pertumbuhan janin tidak sempurna sejak usia kehamilan semester pertama. Akibatnya, otot bibir terputus sehingga mulut tidak tumbuh sebagaimana mestinya.

Kondisi ini pada akhirnya, membuat bayi tidak bisa menyusu baik menggunakan botol atau langsung pada payudara ibu.

"Karena otot bibir melingkar yang normal sedangkan pada pasien sumbing terputus sejak tiga bulan pertama kehamilan," jelas dokter Yantoko dalam webinar online, Selasa (25/5/2021).

Ia mengatakan bahwa bibir sumbing terjadi disebabkan banyak faktor, hingga sulit menentukan dengan pasti penyebabnya. Akan tetapi, penyebab yang paling dicurigai adalah karena adanya faktor genetik.

"Penyebabnya misalnya karena obesitas, misalnya kencing manis, infeksi, kekurangan gizi terutama asam folat, trauma pada saat hamil muda. Tapi yang dicurigai paling tinggi adalah genetik dan belum terpecahkan sampai sekarang bagaimana mencegah sumbing," ujarnya.

Kebanyakan kasus bibir sumbing bisa dideteksi sejak usia kehamilan setelah trisemester pertama.

Lewat pemeriksaan USG, dokter dapat melihat kondisi bibir janin jika tidak tumbuh dengan optimal. Namun saat itu, pengobatan belum bisa dilakukan. 

Dokter Yantoko mengatakan, saat bayi baru lahir pun harus menunggu usianya hingga tiga bulan dengan berat badan minimal 5 kilogram untuk bisa dilakukan operasi bedah. Karenanya, ia menyarankan, pencegahan dilakukan bahkan sebelum menikah.

"Solusinya cara mengetahui atau mencegah, kita gak akan tahu sampai nikah, anak akan sumbing atau tidak. Jadi pencegahan pertama konsultasi pranikah. Biasanya ditanya apakah masih ada hubungan saudara dekat atau jauh," jelasnya.

Kemudian selama masa kehamilan, disarankan untuk memerhatikan kesejahteraan ibu sebaik-baiknya. Asupan gizi diperbaiki, tidak lupa kontrol ke dokter kandungan setiap bulan. 

"Karena itu bisa dideteksi saat USG, biasanya setelah trisemester pertama itu kelihatan. Terakhir, perlu disadari bahwa ini adalah kehendak Tuhan, sama seperti kelahiran, meninggal. Cari faktor penyebab itu adalah usaha manusia. Tetap akhirnya adalah kehendak Tuhan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hamil Anak Pertama, Aurel Sering Nangis Hasil Pemeriksaan Dokter Begini

Hamil Anak Pertama, Aurel Sering Nangis Hasil Pemeriksaan Dokter Begini

Banten | Senin, 10 Mei 2021 | 13:42 WIB

Dokter Sebut Ada Keanehan di Janin Aurel Hermansyah, Tubuhnya Kecil

Dokter Sebut Ada Keanehan di Janin Aurel Hermansyah, Tubuhnya Kecil

Bali | Senin, 10 Mei 2021 | 10:43 WIB

Risiko Ibu Hamil Kekurangan Nutrisi, Lahir Prematur hingga Cacat Lahir

Risiko Ibu Hamil Kekurangan Nutrisi, Lahir Prematur hingga Cacat Lahir

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 04:35 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB