alexametrics

Amakah Obati Jerawat dengan Obat Roaccutane? Ini Panduannya

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Amakah Obati Jerawat dengan Obat Roaccutane? Ini Panduannya
Ilustrasi kulit berjerawat (pixabay/Kjerstin_Michaela)

Banyak orang mengatasi kulit berjerawat dengan roaccutane.

Suara.com - Jerawat salah satu masalah kulit yang cukup mengganggu penampilan. Tapi, sekarang sudah banyak berbagai macam perawatan kulit untuk mengatasi jerawat, salah satunya penggunaan Roaccutane.

Banyak orang menggunakan roaccutane untuk mengatasi jerawat, karena cukup efektif. Sayangnya, roaccutane ini juga memiliki beberapa efek samping yang buruk.

Kapsul isotretinoin, yang juga dikenal dengan merek Roaccutane dan Rizuderm adalah pengobatan yang efektif untuk mengatasi jerawat parah tetapi bisa menimbulkan efek samping serius.

Tapi dilansir dari Express, penggunaan obat roaccutane ini harus sesuai dengan resep dan dalam pengawasan dokter spesialis. Bahkan, Anda mungkin harus menjalani tes darah sebelum mengonsumsinya.

Baca Juga: Virus Corona Ngamuk Hingga 7.478 Kasus Per Hari, Malaysia: Mohon Bantu Kami

Pil ini sendiri biasanya akan mulai bekerja setelah seminggu hingga 10 hari meminumnya. Sebanyak 4 dari 5 orang yang sudah menggunakannya memiliki kulit yang bersih hanya dalam 4 bulan.

Ilustrasi pil roaccutane [Steve Buissinne/Pixabay]
Ilustrasi pil roaccutane [Steve Buissinne/Pixabay]

Namun, Anda yang memiliki masalah kulit berjerawat tidak boleh mengonsumsi obat ini tanpa panduan resep dari dokter. Karena, beberapa orang tidak bisa mengonsumsi obat tersebut.

NHS menyatakan bahwa kapsul isotretinoin diperuntukkan bagi remaja dan dewasa dengan jerawat parah. Anak-anak di bawah usia 12 tahun atau sebelum pubertas sebaiknya tidak diberikan kapsul isotretinoin.

Adapun beberapa orang yang tidak disarankan mengonsumsi Roaccutane, antara lain:

  1. Memiliki riwayat reaksi alergi terhadap isotretinoin, kedelai atau obat lain di masa lalu
  2. Memiliki kelainan pencernaan bawaan yang disebut intoleransi fruktosa
  3. Pernah menderita penyakit kesehatan mental, seperti depresi
  4. Sedang hamil dan menyusui
  5. Pernah menderita penyakit hati atau ginjal
  6. Kadar kolesterol tinggi
  7. Tingkat vitamin A yang tinggi
  8. Penderita diabetes, penyakit Crohn atau colitis ulserativa

Baca Juga: Spekulasi Virus Corona Berasal dari Laboratorium China Muncul Lagi, Bagaimana Faktanya?

Komentar