Manfaatkan Kekayaan Alam, IDI Dorong Pengembangan Jamu Jadi Obat Tradisional

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 30 Mei 2021 | 20:10 WIB
Manfaatkan Kekayaan Alam, IDI Dorong Pengembangan Jamu Jadi Obat Tradisional
Ilustrasi jamu (Shutterstock)

Suara.com - Jamu telah dikenal masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala. Bukan sekadar minuman pelepas dahaga, jamu juga dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus obat tradisional.

Meski begitu, dokter tidak bisa leluasa meresepkan jamu kepada pasien. Sehingga masyarakat biasanya mengonsumsi jamu dengan membeli secara bebas atau membuatnya sendiri.

"Kalau kami di IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dokter masih bisa menggunakan dan meresepkan jamu kalau jamu tersebut sudah kualitas obat," kata Ketua Umum PB IDI dr. Daeng M. Faqih dalam webinar perayaan Hari Jamu Nasional, Minggu (30/5/2021).

Pengembangan produk jamu dalam ilmu farmasi agar bisa digunakan secara resmi dalam kedokteran sebenarnya sudah direncanakan cukup lama. IDI sendiri mendukung dan mendorong agar penelitian segera dilakukan, kata Daeng. 

Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Lukito.

"Bu Penny menyampaikan ke saya, 'bagaimana mengembangkan jamu'. Bahkan beliau menyarankan untuk ada kerjasama IDI dengan Badan POM untuk mengembangkan jamu."

"Saya sambut kalau memang kita bareng-bareng, kita kembangkan bersama. Kalau ada jamu yang bisa digunakan dokter kayanya bagus untuk kita dorong," ucap Daeng.

Menurut Daeng kerjasama dan penelitian bisa dilakukan antara IDI bersama Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) juga Badan POM.

"Badan POM yang punya otoritas dimasalah obat termasuk jamu. Kalau dalam riset bisa ada lembaga riset IDI. Sehingga langkah di POTJI untuk siencetific ini selalu kita dukung. Entah mungkin nanti ada MoU dengan Badan POM juga lembaga riset IDI," tuturnya.

baca juga

Daeng yakin pengembangan jamu bisa dilakukan sehingga menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran di Indonesia. Terlebih, dengan kekayaan tumbuh-tumbuhan di Indonesia yang menjadi salah satu bahan pembuatan obat bisa berpotensi besar. 

"Dikembangkan menjadi obat atau jamu yang bisa digunakan oleh dokter. Saya yakin sekali. Kami ingin mendorong kekayaan alam Indonesia bisa didorong menjadi sesuatu yang di lapangan kesehatan ada manfaat. Bukan hanya sekadar herbal biasa, tapi jamu yang berkualitas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Izin Edar Obat Tradisional dan Herbal Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Permintaan Izin Edar Obat Tradisional dan Herbal Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 30 Mei 2021 | 18:10 WIB

IDI Balikpapan Menyelidik Kasus Guru Honorer Meninggal Usai Divaksin

IDI Balikpapan Menyelidik Kasus Guru Honorer Meninggal Usai Divaksin

Kaltim | Jum'at, 28 Mei 2021 | 17:47 WIB

BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Nomor Bets CTMAV 547 Aman Digunakan

BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Nomor Bets CTMAV 547 Aman Digunakan

Health | Kamis, 27 Mei 2021 | 16:13 WIB

Terkini

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

×