Manfaat Sentuhan Ibu pada Bayi Lahir Kecil, Kurangi Risiko Kematian

Arendya Nariswari, Fita Nofiana

Senin, 31 Mei 2021 | 11:08 WIB
Manfaat Sentuhan Ibu pada Bayi Lahir Kecil, Kurangi Risiko Kematian
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan pentingnya sentuhan ibu secara langsung antara kulit dan kulit pada bayi lahir dengan berat badan kecil. Penelitian baru menunjukkan bahwa kontak kulit-ke-kulit secara langsung dan terus menerus dengan ibu mengurangi risiko kematian bayi baru lahir dengan berat badan rendah.

"Gagasan untuk memberikan kontak kulit-ke-kulit segera setelah melahirkan dengan bayi yang sangat kecil dan tidak stabil telah menghadapi resistensi yang cukup kuat, tetapi sekitar 75 persen kematian terjadi sebelum bayi dinilai cukup stabil," kata penulis studi Dr. Nils Bergman dari Institut Karolinska Swedia seperti yang dikuip dari Medicinenet. 

Melansir dari Medicinenet, tim Swedia mengamati lebih dari 3.200 bayi dengan berat lahir 2,2 hingga 3,9 pon yang lahir di lima rumah sakit universitas di Ghana, India, Malawi, Nigeria dan Tanzania di mana tingkat kematian bayi dengan berat badan rendah berkisar antara 20 hingga 30 persen.

Beberapa bayi menerima kontak kulit-ke-kulit secara langsung dan terus menerus dengan ibunya yang disebut iKMC di unit neonatal tempat ibu juga menerima perawatan medis.

Sementara itu, bayi kelompok kontrol mendapat perawatan standar, yaitu mereka dan ibunya dirawat di unit terpisah dan hanya bersama saat disusui. Segera setelah bayi di kedua kelompok cukup stabil, mereka dan ibunya dipindahkan ke unit KMC reguler.

Selama 72 jam pertama, bayi dalam kelompok iKMC menerima sekitar 17 jam kontak kulit-ke-kulit sehari, dibandingkan dengan 1,5 jam pada kelompok kontrol.

Dalam 28 hari pertama, tingkat kematian adalah 12 persen pada kelompok iKMC dan 15,7 persen pada kelompok kontrol. Para peneliti juga menemukan bahwa lebih sedikit bayi dalam kelompok iKMC yang memiliki suhu tubuh rendah atau keracunan darah akibat bakteri.

Penelitian ini diterbitkan pada New England Journal of Medicine.

Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini merekomendasikan agar kontak kulit-ke-kulit dimulai segera setelah bayi baru lahir dengan berat badan rendah cukup stabil. 

baca juga

"Pesan utamanya adalah bayi baru lahir dengan berat badan rendah harus menerima kontak kulit-ke-kulit segera setelah lahir dan selanjutnya di unit perawatan pasangan ibu-bayi, di mana ibu dan bayi dirawat bersama tanpa harus dipisahkan," kata penulis studi Dr Björn Westrup.

Penulis penelitian mengatakan iKMC berpotensi menyelamatkan nyawa 150.000 bayi baru lahir kecil setiap tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peningkatan Suhu akibat Perubahan Iklim Picu Risiko Bayi Lahir Mati

Peningkatan Suhu akibat Perubahan Iklim Picu Risiko Bayi Lahir Mati

Health | Jum'at, 28 Mei 2021 | 08:27 WIB

Banyak yang Keliru, Ini Suhu Tepat AC untuk Bayi Baru Lahir Menurut Dokter

Banyak yang Keliru, Ini Suhu Tepat AC untuk Bayi Baru Lahir Menurut Dokter

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 17:45 WIB

Feses Bayi di Awal Kehidupan Bisa Prediksi Risiko Alergi

Feses Bayi di Awal Kehidupan Bisa Prediksi Risiko Alergi

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 12:13 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×