Awas, Punya Mata Minus atau Plus Tinggi Berisiko Alami Glaukoma

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 17 Maret 2021 | 16:50 WIB
Awas, Punya Mata Minus atau Plus Tinggi Berisiko Alami Glaukoma
Ilustrasi mata minus. (Unsplash/Gregory)

Suara.com - Banyak orang kerap mengalami masalah gangguan mata minus dan plus atau dikenal sebagai miopia atau hyperopia. Biasanya orang dengan keluhan tersebut akan membutuhkan bantuan penglihatan berupa kacamata. 

Tapi, yang tidak banyak diketahui, bahwa orang dengan gangguan mata minus atau plus ternyata lebih berisiko mengalami glaukoma. Kenapa?

Glaukoma sendiri merupakan kerusakan saraf mata yang disebabkan tekanan terlalu kuat pada bola mata. Kebanyakan glaukoma memang dialami dewasa muda yang berusia 40 tahun ke atas.

Ilustrasi memakai kacamata. (Unsplash/Laurenz A)
Ilustrasi memakai kacamata. (Unsplash/Laurenz A)

Dokter spesialis mata dr. Iwan Soebijantoro, Sp.M(K)., menjelaskan bahwa pada orang dengan mata minus tinggi telah mengalami perubahan bentuk bola mata. Begitu pula dengan orang dengan mata plus tinggi.

"Pada mata yang minus itu bola matanya panjang sehingga kadar air didalam mata menjadi lebih banyak. Begitu pun pada mata dengan plus tinggi. Pada orang dengan plus yang tinggi bola mata terlalu pendek. Sehingga sirkulasi airnya menjadi tidak lancar," jelas dokter Iwan dalam JEC Talks secara virtual pada Rabu (17/3/2021). 

Sirkulasi air yang tidak lancar itu lah yang menyebabkan risiko terjadinya glaukoma makin tinggi. Dokter Iwan menjelaskan bahwa mata memang terisi dengan air dan menjadi makanannya. Tetapi setelah selesai 'dimakan' air itu akan dikeluarkan kembali dari bola mata.

Tetapi pada mata dengan mata minus atau plus tinggi menyebabkan sirkulasi air tidak lancar. Hal itu juga terjadi pada pasien glaukoma. 

"Pada orang yang menderita glukoma, air tadi tidak dapat keluar. Sehingga akan terhimpit di dalam bola mata," katanya.

Meski begitu, ia menyampaikan, seseorang dengan mata minus atau plus tinggi tidak akan selalu mengalami glaukoma. Terpenting, dokter Iwan mengingatkan untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan mata dan memastikan tekanan bola mata masih dalam batas normal.

baca juga

"Bukan berarti orang dengan minus tinggi atau plus tinggi pasti menderita glaukoma. Tetapi memiliki risiko terjadinya glaukoma lebih tinggi daripada orang yang normal. Sehingga yang kita lakukan pemeriksaan secara berkala mestinya dapat mencegah terjadinya glaukoma," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyerang Hampir Segala Usia, Bisakah Glaukoma Dicegah?

Menyerang Hampir Segala Usia, Bisakah Glaukoma Dicegah?

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 15:48 WIB

Gejala Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan yang Bisa Sebabkan Buta Permanen

Gejala Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan yang Bisa Sebabkan Buta Permanen

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:15 WIB

Sebelum Buta Permanen, Pasien Glaukoma Akan Alami Pandangan Mata Menyempit

Sebelum Buta Permanen, Pasien Glaukoma Akan Alami Pandangan Mata Menyempit

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:35 WIB

Terkini

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:49 WIB

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

×