Menyerang Hampir Segala Usia, Bisakah Glaukoma Dicegah?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 15 Maret 2021 | 15:48 WIB
Menyerang Hampir Segala Usia, Bisakah Glaukoma Dicegah?
Ilustrasi mata glaukoma. (Pixabay)

Suara.com - Penyakit glaukoma bisa mengenai siapa saja tanpa mengenal usia. Bahkan bayi baru lahir pun bisa terserang glaukoma jika memang terjadi kelainan saat masa pertumbuhan dalam janin. Meski begitu, jumlah pasien glaukoma memang lebih didominasi orang dewasa di atas usia 40 tahun.

"Memang seluruh usia bisa terkena, walaupun pada usia lebih muda kasusnya jauh lebih jarang. Lebih banyak pada usia lebih lanjut. Faktor risiko glaukoma yang utama peningkatan tekanan bola mata, kedua usia di atas usia 40 tahun risiko jadi lebih meningkat," jelas dokter spesialis mata dr. Maula Rifada, Sp.M(K)., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (15/3/2021).

Glaukoma juga bisa diturunkan dari keluarga. Dokter Maula mengingatkan bahwa faktor keturunan atau genetik berpengaruh bagi orang-orang yang mempunyai riwayat keluarga atau orangtua glaukoma.

"Harus hati-hati karena mempunyai faktor risiko yang lebih besar dibanding orang yang normal. Memang belum tentu terkena, tapi dia punya risiko. Kemudian orang-orang dengan penyakit penyerta sistemik lain seperti diabetes atau hipertensi itu juga harus waspada," imbuhnya.

Selain itu, orang dengan mata minus di atas 6 atau plus di atas 2 juga berisiko mengalami glaukoma karena bentuk bola mata sudah berbeda dari orang normal. Terutama pada mata plus, risiko terjadi glaukoma bisa lebih besar.

"Jadi kalau orang minus tinggi, bola matanya relatif lebih panjang. Tetapi pada orang yang plus tinggi untuk melihat jauh bola matanya jadi lebih kecil. Jadi lebih mudah terjadi serangan akut pada orang-orang yang mempunyai plus tinggi untuk melihat jauh," katanya.

Hingga saat ini, menurut dokter Mauli, masih sulit untuk menentukan pencegahan yang efektif bagi glaukoma. Sebab glaukoma sendiri tidak bisa diprediksi kapan akan muncul dan gejalanya sering kali terlambat.

"Tetapi terutama pada orang-orang yang punya faktor risiko memang disarankan untuk memberi kontrol karena deteksi dini yang akan jadi kunci. Sehingga tidak terlambat, kalau kerusakan yang ditemukan masih sedikit, artinya bisa kita pertahankan masih bisa lebih banyak," kata sokter Mauli.

Sebagai upaya pencegahan, sangat disarankan untuk rutin memeriksa kondisi mata setiap enam bulan sekali, terutama bagi orang yang telah memiliki faktor risiko. Dokter Mauli mengatakan, kerusakan mata akibat glaukoma tidak akan bisa diperbaiki. Sehingga pengobatan yang dilakukan sebenarnya untuk mempertahankan sisa fungsi mata agar tidak makin buruk.

baca juga

"Misalnya fungsi matanya sudah menurun 20 persen akibat glaukoma. Artinya kita akan pertahankan sisanya 80 persen itu agar tetap berfungsi optimal," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan yang Bisa Sebabkan Buta Permanen

Gejala Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan yang Bisa Sebabkan Buta Permanen

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:15 WIB

Sebelum Buta Permanen, Pasien Glaukoma Akan Alami Pandangan Mata Menyempit

Sebelum Buta Permanen, Pasien Glaukoma Akan Alami Pandangan Mata Menyempit

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:35 WIB

Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Mata Glaukoma

Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Mata Glaukoma

Health | Jum'at, 12 Maret 2021 | 11:25 WIB

Terkini

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:49 WIB

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:45 WIB

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:40 WIB

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:37 WIB

Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas

Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas

Sumut | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:35 WIB

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:25 WIB

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:20 WIB

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:13 WIB

Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi

Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:13 WIB

×