Orangtua, Ini Pentingnya Bantu Anak Atur Emosi

Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 12:54 WIB
Orangtua, Ini Pentingnya Bantu Anak Atur Emosi
Ilustrasi anak marah.

Suara.com - Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga dipenuhi dengan perasaan atau emosi yang ia rasakan sehari-hari.

Sayangnya, kemampuan bahasa yang sangat terbatas, membuat si Kecil sulit untuk mengelola dan mengekspresikannya dengan cara yang tepat.

Untuk itu, sebagai orangtua, penting bagi kita untuk dapat mengajarkan anak-anak meregulasi emosi yang sedang mereka rasakan. Baik itu, sedih, marah, senang, kecewa hingga takut.

"Memiliki anak dengan kecerdasan emosional memang memerlukan tahapan dan waktu yang tidak sebentar. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan melatih anak meregulasi emosinya," jelas dr. Anggia Hapsari, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak dam Remaja RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

Ilustrasi anak marah. (Pexels/RODNAE Productions)
Ilustrasi anak marah. (Pexels/RODNAE Productions)

Caranya sendiri, kata dr. Anggia cukup beragam, mulai dari membantu mereka mengenali emosi baik emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya, selalu hadir dan dengarkan perasaan anak, menanggapi dengan tepat apa yang menjadi kebutuhan anak dan tidak bereaksi negatif saat anak rewel atau marah.

Orangtua juga harus menjadi contoh yang baik untuk meregulasi emosi di depan anak, merasa senang saat bermain dengan anak dan tertarik dengan aktivitas yang tengah dikerjakamnya, serta bisa juga ajarkan mereka mengenai teknik-teknik relaksasi (emotional toolbox).

Namun demikian, terkadang anak-anak dapat mengalami emosi yang negatif, yang terkadang menjadi ledakan emosi. Sebenarnya hal ini dianggap wajar. Namun, ada ledakan emosi pada anak yang harus diwaspadai dan membutuhkan pertolongan ahli.

Di antaranya ialah tantrum dan ledakan (outbursts) yang terjadi pada tahapan usia perkembangan di mana seharusnya sudah tidak terjadi, yaitu di atas usia 7-8 tahun. Selain itu, jangan biarkan saat perilaku anak sudah membahayakan dirinya atau orang lain, menimbulkan masalah serius di sekolah hingga memengaruhi kemampuannya bersosialisasi dengan teman, yang membuat anak “dikucilkan” oleh teman-temannya.

"Pahami pula tantrum dan perilaku yang membuat mereka stres atau kesulitan mengikuti keseharian dalam keluarga. Saat anak merasa tidak mampu mengendalikan emosi marahnya, dia bisa merasa dirinya buruk," jelasnya.

Ledakan emosi yang harus diwaspadai ini, lanjut dr. Anggia mungkin ada hubungannya dengan beberapa hal di antaranya ialah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), kecemasan, trauma, kesulitan belajar, gangguan pemrosesan sensori, hingga spektrum autisme.

Bukan cuma itu, anak yang dedikit mendapat kasih sayang dari keluarga maupun teman dan terlalu terikat dengan satu figur yang dominan juga dapat menyebabkan anak kesulitan untuk merugasi emosinya, yang menyebabkan ledakan emosi negatif atau tidak tepat.

"Kepercayaan terhadap orangtua dan model figur yang mereka amati dalam keluarga berperan dalam membentuk kepercayaan diri anak. Hal ini dapat membantu anak untuk meregulasi emosinya dan mendorongnya menjadi mandiri, serta berani mengambil risiko," jelasnha.

Apabila si kecil memiliki karakter ini, maka diharapkan anak dapat berperilaku tepat dalam lingkungan sosialnya dan terhindar dari masalah penyesuaian diri dalam hidupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Penelitian: Anak Vegan Berisiko Osteoporosis dan Memiliki Tubuh Lebih Pendek

Hasil Penelitian: Anak Vegan Berisiko Osteoporosis dan Memiliki Tubuh Lebih Pendek

Health | Selasa, 08 Juni 2021 | 12:42 WIB

Sedih Ditinggalkan Teman 'Hantu Belanda', Frislly Herlind: I love You Maartje

Sedih Ditinggalkan Teman 'Hantu Belanda', Frislly Herlind: I love You Maartje

Kalbar | Selasa, 08 Juni 2021 | 11:54 WIB

Tajir Sebelum Terkenal, 5 Artis Korea Ini Berasal dari Keluarga Konglomerat

Tajir Sebelum Terkenal, 5 Artis Korea Ini Berasal dari Keluarga Konglomerat

Entertainment | Selasa, 08 Juni 2021 | 10:49 WIB

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB