Studi Harvard: Pola Makan '2 Buah dan 3 Sayuran' Meningkatkan Peluang Hidup Panjang

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 14:33 WIB
Studi Harvard: Pola Makan '2 Buah dan 3 Sayuran' Meningkatkan Peluang Hidup Panjang
Ilustrasi makan sayuran ( Shutterstock )

Suara.com - Umumnya, para ahli meyakini bahwa makan makanan berkalori dan berprotein tinggi seperti daging dan telur penting untuk umur panjang, tetapi sebuah studi baru oleh Harvard menunjukkan sebaliknya.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti di Harvard TH Chan School of Public Health ini menunjukkan bahwa makan buah dan sayuran dalam jumlah seimbang dapat membuat kita hidup lebih lama.

Bahkan, hanya dengan mengonsumsi dua porsi buah dan tiga porsi sayuran setiap hari sudah dapat menurunkan risiko kematian dini. Dan makan lebih dari porsi itu sudah dapat mendapat manfaat tambahan.

Ahli epidemiologi, ahli gizi dan anggota fakultas kedokteran di Harvard Medical School, sekaligus penulis utama studi ini, Dong D. Wang, MD, Sc.D, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dua porsi buah-buahan dan tiga porsi sayuran adalah jumlah optimal yang dapat dikonsumsi seseorang untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit.

"Jumlah ini kemungkinan menawarkan manfaat paling besar dalam hal pencegahan penyakit kronis dan merupakan asupan yang relatif dapat dicapai oleh masyarakat umum," jelas Wang, dilansir Times of India.

Sayuran Kale [shutterstock]
Sayuran berdaun hijau [shutterstock]

Namun, dalam penelitian, tidak semua buah dan sayuran memiliki manfaat yang sama. Ada beberapa buah dan sayuran yang lebih baik dibandingkan yang lainnya dan dapat bekerja lebih baik dalam meningkatkan manfaat umur panjang.

Misalnya, sayuran berdaun hijau dapat mengurangi risiko penyakit kronis.

Ahli merekomendasikan untuk banyak mengonsumsi bayam, kubis, lobak hijau, wortel, ubi jalar, dan brokoli. Sedangkan buah yang disarankan untuk banyak dikonsumsi seperti jeruk, mulberry, dan stroberi.

Selain aturan lima porsi ini, ada juga cara lain untuk meningkatkan umur panjang, yakni menerapkan diet mediterania dan sering berhubungan seks.

Studi menunjukkan diet mediterania dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung dan bahkan membantu menjaga berat badan yang sehat. Sementara itu, seks membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Buah dan Sayuran Terbukti Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Makan Buah dan Sayuran Terbukti Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 12:27 WIB

Promo Giant Citra Raya, Barang-barang Sudah Kosong di Rak, Sisa Makanan dan Sayuran

Promo Giant Citra Raya, Barang-barang Sudah Kosong di Rak, Sisa Makanan dan Sayuran

Banten | Senin, 31 Mei 2021 | 12:52 WIB

Ingin Hidup Bebas Tanpa Stres? Perbanyak Makan Buah dan Sayuran Ya

Ingin Hidup Bebas Tanpa Stres? Perbanyak Makan Buah dan Sayuran Ya

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 19:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB