Jangan Senang Dulu, Anak Kegemukan Lebih Berisiko Alami Diabetes

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 11 Juni 2021 | 19:25 WIB
Jangan Senang Dulu, Anak Kegemukan Lebih Berisiko Alami Diabetes
Obesitas anak. (Shutterstock)

Suara.com - Anak kecil bertubuh gempal atua gemuk, bagi beberapa orang terlihat menggemaskan. Tapi, jika anak memiiki berat badan yang telah melebihi ambang batas kurva tumbuh kembang atau kegemukan, orangtua harus hati-hati.

"Balita yang kegemukan atau obesitas, dapat mengalami peningkatan resistensi insulin, sehingga membutuhkan lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darahnya," jelas spesialis gizi dari RSIA Melinda Bandung, Dr Johanes Chandrawinata, SpGK, MND dikutip dari ANTARA< Jumat, (11/6/2021).

Dalam penjelasannya, Johanes mengatakan hal itu terjadi ketika produksi insulin meningkat, maka sel-sel beta pankreas penghasil insulin akan dipacu berlebihan memproduksi insulin.

Hal itu berkontribusi pada kerusakan sel beta sehingga lama-kelamaan produksi insulin menurun sehingga muncul diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

"Tinggi nya kadar insulin dapat diperiksa di laboratorium dengan hasil dibandingkan terhadap usia dan jenis kelamin yang sesuai," ujar Johanes.

Namun secara klinis, tingginya kadar insulin dalam tubuh anak obesitas bisa dilihat dari garis hitam pada lipatan leher yang disebut sebagai pseudo acanthosis nigricans.

Johanes kemudian menambahkan bahwa pada umumnya gejala diabetes pada orang dewasa sama seperti pada anak-anak. Ada beberapa gejala khas diabetes yaitu sering merasa haus, cepat lapar, banyak buang air kecil. Pada beberapa kasus, berat badan penderita diabetes mengalami penurunan tanpa sebab walaupun sudah banyak makan. Pada anak-anak hal ini tentu akan mengganggu proses tumbuh kembang.

Sebagai pencegahan, Johanes menganjurkan supaya anak usia dua tahun ke atas mengonsumsi makanan sehat yang sama seperti orang dewasa.

"Kurangi asupan gula dan garam yang berlebihan, hindari minuman dengan kadar gula tinggi seperti sari buah kemasan. Buah sebaiknya dimakan dalam bentuk potongan untuk dikunyah," ujar Johanes.

baca juga

Garam juga dianjurkan sesedikit mungkin digunakan dalam makanan balita agar tidak mengkondisikan balita untuk suka akan makanan yang asin. Asupan garam seharusnya dibatasi maksimal 5 gram per hari atau 1 sendok peres pada orang dewasa. Pada balita tentunya semakin sedikit garam semakin baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengagetkan, Reaksi Tubuh pada Makanan Cepat Saji Sama Seperti ketika Terinfeksi Bakteri

Mengagetkan, Reaksi Tubuh pada Makanan Cepat Saji Sama Seperti ketika Terinfeksi Bakteri

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 16:56 WIB

Pasien Diabetes dengan Gangguan Tidur Berisiko Tinggi Meninggal Dunia

Pasien Diabetes dengan Gangguan Tidur Berisiko Tinggi Meninggal Dunia

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 17:00 WIB

Virus Corona Varian Delta Diduga Picu Diabetes Tipe Baru, Ini Kata Ahli!

Virus Corona Varian Delta Diduga Picu Diabetes Tipe Baru, Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 12:36 WIB

Terkini

Biar Nggak Abu-Abu, Ini 3 Shade BB Tint Wardah untuk Kulit Kuning Langsat

Biar Nggak Abu-Abu, Ini 3 Shade BB Tint Wardah untuk Kulit Kuning Langsat

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla

Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Fabio Calonego Tertarik Dinaturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia, Tapi..

Fabio Calonego Tertarik Dinaturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia, Tapi..

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Tom Cruise Apes! Film Digger Terancam Jadi Proyek Paling Rugi Sejarah Masa

Tom Cruise Apes! Film Digger Terancam Jadi Proyek Paling Rugi Sejarah Masa

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Nasib Elkan Baggott di Millwall Memprihatinkan, Padahal Baru Bawa Timnas Indonesia Juara

Nasib Elkan Baggott di Millwall Memprihatinkan, Padahal Baru Bawa Timnas Indonesia Juara

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Serena Francis Nahkodai Garudayaksa Women, Siap Buat Kejutan di IWL 2026/2027

Serena Francis Nahkodai Garudayaksa Women, Siap Buat Kejutan di IWL 2026/2027

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:05 WIB

5 Rekomendasi Pembersih Udara untuk Mengurangi Asap Masuk Rumah

5 Rekomendasi Pembersih Udara untuk Mengurangi Asap Masuk Rumah

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Raja Juli Didemo, Nginap di Hotel Mewah Palangka Raya saat Warga Sesak Napas Akibat Asap

Raja Juli Didemo, Nginap di Hotel Mewah Palangka Raya saat Warga Sesak Napas Akibat Asap

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Nasib Chery Omoda 5 usai Ban Copot: Dilarang Dijual hingga Recall 8.878 Unit di Malaysia

Nasib Chery Omoda 5 usai Ban Copot: Dilarang Dijual hingga Recall 8.878 Unit di Malaysia

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Ulasan Telepon Pohon: Kisah Kehilangan, Persahabatan, dan Belajar Merelakan

Ulasan Telepon Pohon: Kisah Kehilangan, Persahabatan, dan Belajar Merelakan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

×