alexametrics

Bukan Lagi Demam dan Batuk, Ini Gejala Baru Covid-19 yang Mesti Diwaspadai

Bimo Aria Fundrika
Bukan Lagi Demam dan Batuk, Ini Gejala Baru Covid-19 yang Mesti Diwaspadai
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Jika sebelumnya demam dan batuk dianggap sebagai gejala utama Covid-19, kini tanda penyakit tersebut telah berubah, seperti apa? Simak penjelasan pakar kesehatan Inggris.

Suara.com - Jika sebelumnya demam dan batuk dianggap sebagai gejala utama Covid-19, kini tanda penyakit tersebut telah berubah. Dilansir dari New York Post, para ahli di Inggris menyebut bahwa kini gejala utama Covid-19 menjadi sakit kepala dan sakit tenggorokan lebih umum ditemukan.

"Covid-19 bertindak berbeda sekarang, lebih seperti pilek,” Tim Spector, seorang profesor epidemiologi genetik yang telah melacak gejala selama pandemi, mengatakan kepada The Telegraph.

Sekarang, tanda peringatan yang paling mungkin adalah sakit kepala, diikuti oleh sakit tenggorokan dan pilek, kata profesor King's College London.

Ia mengatakan bahwa semua itu bukan gejala klasik lama. Seperti diketahui indikator utama sebelumnya demam dan batuk.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta 7,5 Juta Warga DKI Divaksin Akhir Agustus, Anies Menyanggupi

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Sekarang masing-masing merupakan gejala keempat dan kelima yang paling mungkin, kata Spector kepada surat kabar Inggris.

Spector mengatakan pergeseran ini makin terlihat jelas bulan lalu. Meski demikian, belum terlihat jelas persis mengapa itu berubah.

Walaupun ada satu teori bahwa itu mencerminkan penyebaran varian India yang sangat menular, yang telah diperingatkan oleh Dr. Anthony Fauci bisa menjadi yang paling dominan di AS.

"Varian ini tampaknya bekerja sedikit berbeda," kata Spector.

Teori lain adalah bahwa orang yang lebih muda sekarang terkena virus dan melaporkan gejala yang lebih ringan.

Baca Juga: Rektor Unair: Hasil Uji Spesimen Covid-19 Bangkalan Terindikasi Virus Varian India

Bagaimanapun, ketakutannya adalah orang-orang terinfeksi tetapi “tidak menyadarinya”, kata ilmuwan itu.

Komentar