Update Covid-19 Global: Virus Corona Varian Delta Kembali Mutasi, Jadi Delta Plus

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 15 Juni 2021 | 09:52 WIB
Update Covid-19 Global: Virus Corona Varian Delta Kembali Mutasi, Jadi Delta Plus
Ilustrasi virus covid 19.

Suara.com - Pandemi Covid-19 memasuki babak baru. Kekinian, varian baru virus corona strain B1617.2 atau yang dikenal sebagai varian Delta, telah bermutasi lagi dan membentuk varian Delta Plus AY.1.

Sebelumnya pada awal Mei 2021 lalu, WHO mengatakan varian Delta dari SARS Cov-2 terbukti menjadi salah satu pendorong gelombang kedua infeksi virus corona di beberapa negara awal tahun ini.

Kini, virus corona varian Delta dan varian Delta Plus yang pertama kali ditemukan di India, tengah menjadi sorotan dunia.

Data awal menunjukkan varian Delta Plus resisten terhadap pengobatan koktail antibodi monoklonal, sebuah metode perawatan untuk pasien Covid-19 yang baru-baru ini disahkan oleh Central Drugs Standard Control Organization (CDSCO).

Seorang ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam sekuensing genom Bani Jolly mengatakan, sejumlah kecil sekuens Delta (B.1.617.2) yang memiliki mutasi lonjakan K417N ditemukan di lab milik organisasi nirlaba GISAID. 

"Sekuens ini telah diidentifikasi dalam genom dari 10 negara. Urutan baru-baru ini telah ditetapkan sebagai garis keturunan AY.1 (B.1.617.2.1), subgaris keturunan Delta, karena kekhawatiran tentang K417N adalah salah satu mutasi yang ditemukan pada varian Beta (B.1.351)," kata Jolly dikutip dari India Today.

Public Health England, dalam laporan terbarunya tentang varian virus corona, mengatakan varian Delta Plus diidentifikasi dalam enam genom dari India pada 7 Juni. Badan kesehatan setempat telah mengonfirmasi keberadaan total 63 genom varian Delta dengan K417N baru mutasi.

Namun, para ilmuwan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena prevalensi varian baru ini masih rendah di India.

Seorang ilmuwan di CSIR-Institute of Genomics and Integrative Biology (IGIB) yang berbasis di Delhi, Vinod Scaria, mengatakan bahwa salah satu varian yang muncul adalah B.1.617.2.1 juga dikenal sebagai AY.1 yang ditandai dengan akuisisi mutasi K417N.

Scaria melanjutkan, pembentukan varian Delta Plus merupakan hasil mutasi pada protein lonjakan SARS Cov-2. Ini adalah protein lonjakan yang sama dan memungkinkan virus masuk menginfeksi sel manusia.

"Frekuensi varian untuk K417N tidak banyak di India saat ini. Urutannya kebanyakan dari Eropa, Asia dan Amerika," kata Vinod Scaria. 

Kekinian, situs worldometers mencatat jumlah kasus Covid-19 di dunia selama pandemi berlangsung telah lebih dari 177 juta, bertambah 294.777 kasus dalam 24 jam terakhir. Jumlah kematian juga bertambah 6.280 jiwa, sehingga akumulasi menjadi 3,82 juta. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Covid-19 Varian Delta yang Ditemukan di Kudus Lebih Gampang Menular

Waduh! Covid-19 Varian Delta yang Ditemukan di Kudus Lebih Gampang Menular

Health | Selasa, 15 Juni 2021 | 07:48 WIB

Sakit Tenggorokan Gejal Virus Corona Varian Delta dan Berita Terpopuler Lainnya

Sakit Tenggorokan Gejal Virus Corona Varian Delta dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Senin, 14 Juni 2021 | 19:35 WIB

Pusing Hingga Sakit Tenggorokan, Waspadai Gejala Utama Covid-19 Varian Delta India

Pusing Hingga Sakit Tenggorokan, Waspadai Gejala Utama Covid-19 Varian Delta India

Health | Senin, 14 Juni 2021 | 18:06 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB