Direktur AIIMS: Perilaku Manusia Berdampak Besar pada Sebaran Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 16 Juni 2021 | 20:17 WIB
Direktur AIIMS: Perilaku Manusia Berdampak Besar pada Sebaran Virus Corona
Ilustrasi virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Beberapa negara telah melonggarkan aturan pembatasan sosial, seperti aturan di rumah aja, larangan berkumpul dan berpergian. Karena penurunan jumlah kasus virus corona Covid-19 secara bertahap.

Tapi, Direktur AIIMS, Dr Randeep Guleria, menekankan bahwa perilaku manusia sangat berperan penting untuk memutus dan mencegah penyebaran infeksi virus corona dalam gelombang berikutnya.

Guleria, yang bersama dengan pejabat Kementerian Kesehatan Union, memberi pengarahan kepada masyarakat tentang situasi pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini.

Mereka mengatakan bahwa jumlah kasus infeksi virus corona menurun di beberapa negara, karena aturan lockdown dan pembatasan sosial yang ketat.

Karena aturan pembatasan sosial ini membantu menurunkan jumlah infeksi virus corona, itu bukan berarti virus corona Covid-19 sudah hilang dan orang-orang bebas beraktivitas.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

"Begitu aturan pembatasan sosial dilonggarkan, orang yang mengira virus corona sudah berakhir akan mengalami mengubah perilakunya secara mendadak," kata Guleria dikutip dari Times of India.

Menurut Guleria, orang-orang mungkin akan berhenti memakai masker, tidak menjaga jarak atau menghentikan protokol kesehatan lainnya. Karena itu, perilaku masyarakat sangat penting untuk melawan pandemi virus corona.

Jika tidak, perilaku ini akan memicu gelombang pandemi virus corona berikutnya. Ia mengingatkan bahwa virus corona Covid-19 adalah virus pernapasan yang datang dalam beberapa gelombang.

"Virus corona Covid-19 adalah virus pernapasan seperti influenza. Virus pernapasan ini datang dalam beberapa gelombang sampai rantai penularannya benar-benar putus. Kita telah melihat situasi itu selama flu Spanyol pada tahun 1918 dan H1N1 pada tahun 2009," jelasnya.

Terkait dugaan gelombang ketiga virus corona Covid-19 lebih serius untuk anak-anak, Guleria mengatakan sampai sekarang belum ada bukti bahwa gelombang virus corona yang akan datang akan lebih berisiko bagi anak-anak.

"Jika kita melihat data gelombang kedua virus corona, sebanyak 60-70 anak dirawat di rumah sakit, kekebalan mereka sangat rendah atau mereka juga menderita beberapa infeksi lain," katanya.

Namun, Guleria mengatakan bahwa anak-anak itu sehat, pulih dengan cepat dan hanya menjalani isolasi di rumah saja. Jadi sampai sekarang, ia tidak bisa mengatakan bahwa gelombang ketiga virus corona akan lebih serius bagi anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Vaksin Covid-19 Ini Punya Efektivitas Lebih dari 90 Persen Terhadap Varian Delta

Dua Vaksin Covid-19 Ini Punya Efektivitas Lebih dari 90 Persen Terhadap Varian Delta

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 19:11 WIB

Studi: Suntikan Tambahan Vaksin Covid-19 Bisa Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Studi: Suntikan Tambahan Vaksin Covid-19 Bisa Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 16:31 WIB

Vaksin Nusantara Disebut Buatan Amerika, Terawan: Enggak Perlu Dijawab, Saya Buktikan

Vaksin Nusantara Disebut Buatan Amerika, Terawan: Enggak Perlu Dijawab, Saya Buktikan

News | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:46 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB