Kurangi Sekarang, Lelaki Ini Kena Serangan Jantung Usai Konsumsi 12 Minuman Energi Sehari

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 22 Juni 2021 | 15:10 WIB
Kurangi Sekarang, Lelaki Ini Kena Serangan Jantung Usai Konsumsi 12 Minuman Energi Sehari
Ilustrasi lelaki minum minuman energi (Shutterstock)

Suara.com - Jika kamu adalah orang yang hobi mengonsumsi minuman energi setiao hari, sebagiknya kurangi dari sekarang.

Seorang laki-laki yang rutin mengonsumsi 12 minuman energi dalam sehari mengalami serangan jantung. Ia juga memperingatkan bahanya mengonsumsi minuman tersebut.

Dilansir dari The Independent, Lee Kamen, 55, mengalami serangan jantung setelah minum antara delapan dan 12 kaleng setiap hari selama setahun.

Kamen, dari Hull, sekarang mengatakan minuman energi harus dilarang, atau setidaknya tidak dijual kepada siapa pun di bawah usia 16 tahun, setelah putrinya yang berusia 10 tahun dapat membelinya.

Ilustrasi minuman energi. (Shutterstock)
Ilustrasi minuman energi. (Shutterstock)

Ketika dia melihatnya dengan minuman energi, dia "menuangkannya langsung ke saluran pembuangan".

Kamen sendiri baru berusia 49 tahun ketika dia menderita serangan jantung meskipun tidak minum atau merokok.

"Saya minum delapan sampai 12 sehari saat itu, saya minum Red Bull dan Monster, saya biasa pergi ke Makro untuk pub dan akan membeli 24 kaleng dan meminumnya seperti minuman lainnya.”

Dia menambahkan: "Saya banyak bekerja dan meminumnya untuk membuat saya terus berjalan. Ini mungkin berlangsung selama sekitar satu tahun.

"Suatu hari saya pingsan karena serangan jantung dan harus memasang stent, saya sekarang menjalani pengobatan seumur hidup karena minuman berbahaya itu.

Ia menceritakan, bahwa ketika ia di rumah sakit setelah serangan jantung, dokter memberi tahunya bahwa konsumsi minuman energi adalah penyebabnya.

"Itu sangat mengejutkan pada saat itu, tetapi sekarang saya bersemangat tentang masalah ini."

Kamen mengatakan bahwa ketika dia melihat putranya yang berusia 10 tahun sepulang sekolah dengan sekaleng "Monster di tangannya", dia "mengambilnya langsung darinya dan menuangkannya langsung ke saluran pembuangan."

Pedoman mengatakan anak-anak dan remaja berusia 12 hingga 18 tahun tidak boleh minum lebih dari 100mg kafein sehari - setara dengan secangkir kopi.

Minuman energi dapat mengandung antara 50-500mg kafein per porsi.

Sebagian besar supermarket besar di Inggris telah memperkenalkan larangan sukarela untuk penjualan minuman energi kepada anak-anak di bawah 16 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Obesitas di Masa Remaja Tingkatkan Risiko Diabetes dan Serangan Jantung

Awas, Obesitas di Masa Remaja Tingkatkan Risiko Diabetes dan Serangan Jantung

Health | Selasa, 22 Juni 2021 | 13:00 WIB

Jangan Abaikan Tiga Peringatan Pada Jari Tangan, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung

Jangan Abaikan Tiga Peringatan Pada Jari Tangan, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung

Health | Selasa, 22 Juni 2021 | 06:30 WIB

Agar Tak Kambuh, Dokter Ingatkan Pentingnya Pemasangan Ring Jantung yang Optimal

Agar Tak Kambuh, Dokter Ingatkan Pentingnya Pemasangan Ring Jantung yang Optimal

Health | Senin, 21 Juni 2021 | 19:58 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB