Array

Tips IDAI Ajak Anak Bermain di Pemukiman Padat saat Pandemi Covid-19

Rabu, 23 Juni 2021 | 06:10 WIB
Tips IDAI Ajak Anak Bermain di Pemukiman Padat saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)

Suara.com - Anak yang tinggal di pemukiman padat jadi salah satu kelompok yang rentan terinfeksi Covid-19, karena tidak leluasa beraktivitas di dalam rumah dan rentan terpapar apabila ke luar rumah.

Konsultan Respirologi Anak Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Nastiti Kaswandani menyarankan orangtua di pemukiman padat harus pintar mengatur strategi mengajak anak ke luar rumah.

Salah satunya mengajak anak bermain di luar, saat tidak banyak tetangga beraktivitas di luar rumah, dan menghindari berkumpul dengan selain anggota di satu rumah.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

"Misalnya ada waktu di luar agak sepi, pada pagi hari, ketika orang masih belum terbangun. Atau orang sudah berangkat beraktivitas, jadi cari saat orang lengang sebentar," tutur dr. Nastiti saat dihubungi suara.com, Selasa (22/6/2021).

Pelindung seperti masker atau face shield tetap bisa digunakan anak saat bermain di luar rumah. Meski begitu, kata dr. Nastiti orangtua di pemukimam padat harus lebih kreatif lagi karena harus banyak beraktivitas di dalam rumah dengan anak.

"Jadi orangtua harus meningkatkan kreatifitas supaya anak tidak jenuh, di sela-sela pelajaran online daring. Lakukan permainan yang sekarang banyak di youtube, melatih kreativitas permainan yang membuat anak bisa betah di rumah," terang dr. Nastiti.

Meski begitu tetap saja, menerapkan protokol kesehatan sangat penting bagi orangtua dan orang dewasa lainnya saat ke luar rumah karena urusan pekerjaan. Mengingat, alih-alih banyak tertular dari aktivitas sekolah, justru anak lebih banyak tertular Covid-19 dari orang dewasa.

"Artinya meski anak di dalam rumah, kalau di rumah orang dewasa beraktivitas tidak jaga protokol, lalu orang dewasa tertular, anaknya ikut tertular juga. Rata-rata klaster keluarga, kan sumbernya dari orang dewasa," pungkas dr. Nastiti.

Sementara itu, kasus harian Covid-19 Indonesia terus merangkak naik, per Senin (21/6) mencapai 14.536, melonjak dari Minggu (20/6) dengan 13.737 kasus baru. Dari total kasus itu, 12,5 persen di antaranya adalah anak usia 0 hingga 18 tahun.

Baca Juga: Pasien COVID-19 di RSUD Bekasi Membludak Sampai Dirikan 2 Tenda Darurat

"Dari data yang didapat IDAI, fatality rate atau risiko kematian Covid-19 pada anak usia 0 hingga 18 tahun mencapai 3 hingga 5 persen," terang Ketua Umum IDAI Dr. Aman B. Pulungan beberapa waktu lalu saat konferensi pers di akun Instagram resmi IDAI beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI