Bukan Cuma Varian Delta, Perilaku Manusia Juga Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Selasa, 22 Juni 2021 | 20:31 WIB
Bukan Cuma Varian Delta, Perilaku Manusia Juga Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Munculnya varian delta Covid-19 bukan satu-satunya penyebab terjadinya lonjakan kasus akhir-akhir ini.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika dalam dialog Satgas Penanganan Covid-19, Selasa (22/6/2021), mengatakan bahwa perilaku manusia turut berperan dalam meningkatnya kasus Covid-19.

"Saya yakin sekali bahwa faktor manusia juga berperan. Jadi adanya kerumunan kemudian kedua faktor lingkungan. Jadi ini yang kita hadapi," katanya.

Meski begitu tak bisa dipungkiri, varian Delta memang lebih mudah menular.

INFOGRAFIS: Varian Delta Lebih Berbahaya, Waspadai 3 Gejala Utamanya yang Berbeda!
INFOGRAFIS: Varian Delta Lebih Berbahaya, Waspadai 3 Gejala Utamanya yang Berbeda!

"Variant of concerence yang menjadi konsen bersama adalah Alfa dan Delta. Varian Alfa memang masih dominan sekitar 60 sampai 65 persen di dunia yang ditemukan sampai saat ini. Sedangkan Delta, yang menarik tadinya hanya 2-3 persen sampai 5 persen virus dunia. Satu sampai dua minggu terakhir melonjak hingga 20 persen atau lebih di dunia itu sudah digolongkan varian Delta," jelasnya.

Dokter Mahardika menjelaskan, hal itu terjadi karena adanya perubahan sebanyak 23 titik gen pada tubuh virus. Meski begitu, perubahan yang terjadi hanya mencakup 0,1 persen. Sehingga belum tentu bisa menyebabkan infeksi Covid-19 jadi lebih berat.

"Satu di protoase dari virus ini memangalami perubahan yang kemungkinan jadi mudah menular dari orang ke orang," jelasnya.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada data yang membuktikan bahwa varian Delta meningkatkan angka kematian pasien Covid-19. Kondisi itu pula yang terjadi di India, tempat varian Delta pertama kali ditemukan.

"Syukurnya dari negara India, di mana virus ini pertama kali muncul, memang di awal Mei kasusnya sampai 400.000 perhari tapi kemudian dalam satu minggu terakhir sudah menurun menjadi 50 sampai 80.000 perhari. Jadi asosiasi bahwa dia itu menyebabkan lebih mudah menular dan lebih ganas itu belum ada. Kita syukuri dulu itu, inilah yang kita hadapi," pungkasnya.

Baca Juga: Sembuh, 86 Pasien Positif Covid-19 Asal Kudus Dipulangkan dari Asrama Haji Donohudan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI