alexametrics

Ramai Soal Ivermectin, Pakar UGM Peringatkan Jangan Asal Konsumsi

Yasinta Rahmawati
Ramai Soal Ivermectin, Pakar UGM Peringatkan Jangan Asal Konsumsi
Ilustrasi obat. (Elements Envanto)

Di sisi lain, obat Ivermectin yang beredar saat ini lebih banyak merupakan obat yang diperuntukkan bagi hewan.

Suara.com - Di tengah kasus Covid-19 yang terus melonjak, beredar informasi mengenai Ivermectin, obat yang dikenal sebagai obat anti-parasit yang disebut berpotensi untuk mengobati Covid-19.

Obat ini ramai diperbincangkan usai terkuak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah mengirimkan surat kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memberi dukungan dalam percepatan penerbitan Emergency Use Authorization (EUA) Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19.

Meski demikian, Kepala BPOM, Penny K Lukito, menegaskan bahwa hingga kini izin edar dari BPOM untuk Ivermectin adalah sebagai obat cacing.

Menurutnya, meski penggunaan Ivermectin untuk Covid-19 sudah marak di beberapa negara, Penny menegaskan tetap membutuhkan dukungan ilmiah lebih lanjut, dalam hal ini uji klinis, untuk dapat digunakan sebagai terapi Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Kasus Anak Positif Covid-19 Naik, Ini Pesan Gubernur Riau untuk Warganya

Menanggapi perbincangan terkait Ivermectin, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. mengingatkan masyarakat untuk tidak asal mengonsumsi obat yang diklaim oleh pihak tertentu dapat menyembuhkan Covid-19.

Ivermectin. [dokumentasi]
Ivermectin. [dokumentasi]

Ia mengingatkan bahwa obat ini belum disetujui penggunaannya untuk terapi Covid-19, dan belum memiliki panduan penggunaan seperti dosis dan aturan konsumsi jika diberikan bagi pasien Covid-19.

"Yang beredar di WA banyak, tapi benar atau tidak kan kita tidak tahu itu dari mana, siapa yang akan memantau kalau dipakai sendiri," tegasnya, dalam rilis yang diterima Suara.com, Kamis (24/6/2021).

Ia mengungkapkan bahwa salah satu tim peneliti di Australia pernah merilis hasil penelitian secara in vitro yang menunjukkan bahwa obat ini dapat memiliki efek antiviral pada SARS-CoV-2.

Namun untuk dapat digunakan sebagai obat Covid diperlukan tahapan pengujian untuk memastikan efektivitas serta keamanannya pada penggunaan terhadap manusia.

Baca Juga: COVID-19 Masih Merajalela, Apa Kabar Indonesia?

"Obat untuk Covid, untuk bisa dipastikan harus ada pengujiannya. Tidak bisa hanya in vitro lalu langsung dipakai, dasarnya kurang kuat," papar Zullies.

Komentar