Ilmuwan Ungkap bahwa Kekebalan Tubuh Kemungkinan Bisa Dilatih Biar Makin Agresif

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Senin, 28 Juni 2021 | 14:47 WIB
Ilmuwan Ungkap bahwa Kekebalan Tubuh Kemungkinan Bisa Dilatih Biar Makin Agresif
Sel T, sistem kekebalan tubuh (Pixabay)

Suara.com - Sel-sel kekebalan tubuh secara alami dapat melawan mikroba virus dan bakteri dan penyerbu. Penelitian baru menunjukkan bahwa sebenarnya kekebalan tubuh bisa dilatih agar mampu merespons bahkan lebih agresif dan kuat terhadap ancaman semacam.

Melansir dari Healthsots, melalui penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science, para ilmuwan Universitas California Los Angeles mengidentifikasi mekanisme molekuler kunci dalam makrofag.

Ini adalah sel-sel yang melawan infeksi dari sistem kekebalan bawaan di mana menentukan seberapa baik sel dapat dilatih. 

"Seperti seorang tentara atau atlet, sel-sel kekebalan bawaan dapat dilatih oleh pengalaman masa lalu untuk menjadi lebih baik dalam memerangi infeksi," kata penulis utama Quen Cheng, asisten profesor klinis penyakit menular di UCLA's David Geffen School of Medicine.

“Temuan mengejutkan ini memotivasi kami untuk lebih memahami aturan yang mengatur proses pelatihan kekebalan ini,” imbuhnya. 

Pelatihan kekebalan terjadi tergantung pada bagaimana DNA sel dibungkus. Dalam sel manusia, misalnya lebih dari 6 kaki DNA harus masuk ke dalam inti sel yang sangat kecil sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang. Untuk mencapai prestasi ini, DNA terbungkus rapat ke dalam kromosom.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)


"Hanya daerah tertentu dari DNA yang terpapar dan dapat diakses, dan hanya gen di daerah yang dapat diakses tersebut yang mampu merespon dan melawan infeksi," kata penulis senior Alexander Hoffmann, Profesor Mikrobiologi Thomas M. Asher dari UCLA dan direktur Institute for Quantitative and Computational Biosains.

"Namun, dengan memasukkan stimulus ke makrofag, zat yang berasal dari mikroba atau patogen, seperti dalam vaksin, daerah DNA yang sebelumnya dipadatkan dapat dibuka. Pembukaan ini mengekspos gen baru yang akan memungkinkan sel untuk merespon lebih agresif, pada dasarnya, melatih kekebalan untuk melawan infeksi berikutnya," imbuhnya. 

Penelitian baru mengungkapkan bahwa dinamika yang tepat dari molekul pensinyalan kekebalan kunci dalam makrofag, yang disebut NFB menentukan apakah gen yang terbuka terjadi atau tidak.

baca juga

Selain itu, para peneliti melaporkan, aktivitas dinamis NFB itu sendiri ditentukan oleh jenis stimulus ekstraseluler yang tepat yang diperkenalkan ke makrofag.

“Yang penting, penelitian kami menunjukkan bahwa sel-sel kekebalan bawaan dapat dilatih untuk menjadi lebih agresif hanya dengan beberapa rangsangan,” kata Cheng. 

“Ini sangat penting untuk kesehatan manusia karena pelatihan yang tepat penting untuk memerangi infeksi secara efektif, tetapi pelatihan yang tidak tepat dapat menyebabkan terlalu banyak peradangan dan autoimunitas yang dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan,” imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Riset Ungkap Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Masih Alami Gejala hingga 12 Minggu

Hasil Riset Ungkap Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Masih Alami Gejala hingga 12 Minggu

Health | Senin, 28 Juni 2021 | 14:06 WIB

Viral Virus Corona Tak Bahaya di Buku Pelajaran IPA SMP Kelas 8

Viral Virus Corona Tak Bahaya di Buku Pelajaran IPA SMP Kelas 8

Kalbar | Senin, 28 Juni 2021 | 12:21 WIB

Eks Menkes Siti Fadilah ke Pemerintah: Jangan Nurut Disuruh Lockdown!

Eks Menkes Siti Fadilah ke Pemerintah: Jangan Nurut Disuruh Lockdown!

News | Senin, 28 Juni 2021 | 11:34 WIB

Terkini

Habitat Terdampak Karhutla, Gajah Sumatra Makin Menderita dan Terancam Punah!

Habitat Terdampak Karhutla, Gajah Sumatra Makin Menderita dan Terancam Punah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:38 WIB

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:35 WIB

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

Ini Jenis Helm Terbaik untuk Touring dan Perjalanan Jauh, Dijamin Aman dan Nyaman!

Ini Jenis Helm Terbaik untuk Touring dan Perjalanan Jauh, Dijamin Aman dan Nyaman!

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

7 Sifat dan Watak Weton Selasa Kliwon yang Dikenal Sakral

7 Sifat dan Watak Weton Selasa Kliwon yang Dikenal Sakral

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:23 WIB

×