Ahli: Pemberian Vaksin Pfizer dan Moderna Dapat Menciptakan Kekebalan Seumur Hidup

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 30 Juni 2021 | 15:44 WIB
Ahli: Pemberian Vaksin Pfizer dan Moderna Dapat Menciptakan Kekebalan Seumur Hidup
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Penelitian menemukan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech dan Moderna bisa memberikan perlindungan seumur hidup terhadap virus corona Covid-19.

Para ahli mengatakan sekarang ini virus corona telah berkembang menjadi berbagai macam varian, seperti varian Delta yang melanda Inggris. Di sisi lain, sistem kekebalan tubuh kita juga telah berubah.

Data terbaru tentang vaksin Pfizer dan Moderna muncul setelah seorang ahli dari Oxford mengungkapkan bahwa suntikan tambahan vaksin Covid-19 mungkin tidak diperlukan, karena dua kali suntikan vaksin Covid-19 saja sudah cukup efektif.

Para peneliti di Universitas Washington mengatakan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna bisa memicu reaksi kekebalan dalam tubuh yang bisa melindungi diri dari virus corona Covid-19 selama bertahun-tahun yang akan datang atau seumur hidup.

Dikutip dari The Sun, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh ahli imunologi, Dr Ali Ellebedy, menemukan penyintas virus corona Covid-19 memiliki sel kekebalan yang bisa mengenali virus tersebut. Sel ini terletak di sumsum tulang hingga 8 bulan setelah infeksi.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Peneliti lebih lanjut juga menunjukkan bahwa sel memori B itu mampu melindungi tubuh dari serangan virus corona selama setahun setelah infeksi.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti mengatakan kekebalan dapat bertahan seumur hidup pada orang yang tertular virus, lalu mereka suntik vaksin Pfizer dan Moderna.

Studi AS yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini tidak menganalisis hal serupa pada vaksin AstraZeneca maupun vaksin Johnson & Johnson. Tapi, para ahli mengatakan bahwa orang yang sudah suntik vaksin Covid-19 dan belum terinfeksi virus corona sebelumnya akan mendapatkan perlindungan sama atau tidak.

Tim peneliti menyelidiki proses di mana sel-sel kekebalan dilatih untuk mengenali virus di kelenjar getah bening. Ketika Anda terinfeksi virus corona, pusat germinal terbentuk di paru-paru. Berbeda ketika Anda suntik vaksin Covid-19, maka sel-sel akan dididik mengenali virus tersebut.

baca juga

Para ahli mengamati 41 orang yang sebelumnya telah terinfeksi virus corona dan sudah suntik vaksin Pfizer dan Moderna 2 dosis. Mereka menemukan pusat germinal aktif pada 12 peserta setelah 15 minggu suntik vaksin dan sel-sel mampu mengenali virus corona Covid-19 cukup lama.

"Pusat germinal biasanya mencapai puncaknya satu hingga dua minggu setelah suntik vaksin dan kemudian akan berkurang seiring waktu," kata Dr Ellebedy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Campuran Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Berikan Kekebalan Lebih Kuat

Campuran Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Berikan Kekebalan Lebih Kuat

Health | Selasa, 29 Juni 2021 | 16:18 WIB

Singapura Ragukan Vaksin Sinovac untuk Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!

Singapura Ragukan Vaksin Sinovac untuk Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!

Health | Selasa, 29 Juni 2021 | 15:30 WIB

Ilmuwan Buat Masker Pendeteksi Virus Corona, Begini Cara Kerjanya

Ilmuwan Buat Masker Pendeteksi Virus Corona, Begini Cara Kerjanya

Health | Selasa, 29 Juni 2021 | 11:11 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×