Beredar Virus Corona Varian Kappa di Indonesia, IDI Khawatirkan Hal Ini

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 02 Juli 2021 | 18:15 WIB
Beredar Virus Corona Varian Kappa di Indonesia, IDI Khawatirkan Hal Ini
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Suara.com - Semakin luas tersebar, virus corona terus bermutasi menjadi varian baru salah satunya varian Kappa yang sudah masuk ke Indonesia. 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan berkoordinasi dengan para pakar terkait virus corona varian Kappa ini, karena khawatir jadi varian yang sangat cepat menular, selaiknya varian Delta.

"Varian virus corona Kappa, saya belum diskusikan dengan para pakar. Nanti apakah kemudian karakter varian Kappa sama dengan Delta," ujar Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT saat konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Menurut dr. Adib jika penularan lebih cepat dikhawatirkan maka semakin banyak orang yang tertular, dan jika virus SARS CoV 2 ini menulari mereka dengan sistem imun lemah, gejalanya bisa sangat berat. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

"Kalau informasi yang didapatkan, mutasi virus ini berefek pada kemampuan penularan lebih besar dibandingkan sebelumnya, tapi karakter lain lagi didiskusikan ke pakar," imbuh dr. Adib.

Sementara itu, mengutip News18, varian Kappa adalah garis keturunan mutasi virus corona B.1.617, yang juga penyebab lahirnya varian Delta dengan kode B.1.617.2 yang pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020 lalu.

Sedangkan turunan virus corona B.1.617 dengan kode B.1.617.1 disebut dengan varian Kappa yang ditetapkan sebagai VoI oleh WHO pada April 2021 lalu.

VoI mengartikan jika varian ini telah terdeteksi di banyak negara, diduga atau diindikasikan sebagai mutasi virus yang mempengaruhi cara penularannya, kepekaan alat tes, dan tingkat keparahan yang ditimbulkan.

Varian Kappa pertama kali terdeteksi di India dengan lebih dari 3.500 kasus dari 30.000 sampel yang dikirimkan ke lembaga genom virus dunia, GISAID.

baca juga

Setelah India, Kappa kemudian ditemukan di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Israel dan kini Indonesia.

Sama seperti varian Delta, varian Kappa terdiri dari virus corona mampu menghindar dari sistem kekebalan tubuh, yang hasilnya menyebabkan virus bisa menular lebih cepat dibanding varian lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknik Proning, Solusi Meningkatkan Kadar Oksigen Pasien Covid-19 saat Isoman

Teknik Proning, Solusi Meningkatkan Kadar Oksigen Pasien Covid-19 saat Isoman

Health | Jum'at, 02 Juli 2021 | 15:35 WIB

Sudah Ditemukan di Indonesia, Apa Itu Virus Corona Varian Kappa?

Sudah Ditemukan di Indonesia, Apa Itu Virus Corona Varian Kappa?

Health | Jum'at, 02 Juli 2021 | 14:44 WIB

Wagub DKI Sebut Muncul Varian Baru Covid-19 Lagi, Warga dan Anak-anak Jangan Keluar Rumah

Wagub DKI Sebut Muncul Varian Baru Covid-19 Lagi, Warga dan Anak-anak Jangan Keluar Rumah

News | Jum'at, 02 Juli 2021 | 04:05 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×