Tak Sadar Terinfeksi Covid-19, Tenaga Kesehatan Ini Harus Kehilangan Ibunya

Sabtu, 03 Juli 2021 | 18:31 WIB
Tak Sadar Terinfeksi Covid-19, Tenaga Kesehatan Ini Harus Kehilangan Ibunya
Ilustrasi tenaga kesehatan melawan Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Cerita tentang kehilangan anggota keluarga karena Covid-19 semakin hari semakin sering kita dengar, bahkan tak jarang cerita datang dari tenaga kesehatan.

Seperti cerita perawat bernama Triliana Purwadesi Yuliar, yang bekerja di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung.

Triliana menyebut, ia bahkan sempat terpapar Covid-19 pada November 2020. Gejala yang dirasakannya adalah sakit kepala yang hebat.

“Itu yang paling dirasakan saat sakit kepala hebat. Lalu demam tapi sebenarnya tidak demam pas saya cek, mungkin karena rasa sakit kepala itu. Baru besoknya saya nggak masuk karena tidak kuat,” ungkapnya dalam acara Lego Covid-19, Kamis (1/7/2021).

Triliana mengatakan, saat dirinya menjalani PCR pertama hasilnya negatif. Lalu kemudian saat dirujuk kembali untuk PCR, hasil keduanya berakhir positif.

Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Saya periksa Senin dan itu terpaksa harus ke rumah sakit karena tidak kuat, mau balik badan saja itu harus tarik napas panjang, karena saturasinya sudah rendah sekali. Jadi positifnya itu di hari Jumat saat ke rumah sakit lagi,” jelasnya.

Triliana juga bercerita dirinya sempat tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. Ia menduga, apa yang ia rasakan sebelumnya bukan karena Covid-19.

Karena tidak melakukan isolasi mandiri, ia menularkan ke keluarga sehingga ibunya yang tertular meninggal dunia.

“Di rumah saya tidak melakukan isolasi mandiri dan tidak pisah dari orang tua. Dan itu menularkan ke ibu saya yang akhirnya meninggal,” ceritanya.

Baca Juga: Ngamuk Tak Dapat Jatah Vaksin, Warga Pekanbaru Hajar Panitia Vaksinasi

Atas pengalaman lewat cerita tersebut, Triliana menegaskan bahwa apapun yang terjadi harus tetap patuhi protokol kesehatan.

“Buat teman-teman kita tidak boleh panik menghadapi pandemi ini, tapi kita harus tetap waspada dan terus lakukan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI