Penundaan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Malah Perkuat Imun? Berikut Kata Studi

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 06 Juli 2021 | 10:30 WIB
Penundaan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Malah Perkuat Imun? Berikut Kata Studi
Pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan jeda 8 hingga 12 minggu antara dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19 AstraZeneca. Vaksin ini adalah salah satu vaksin yang paling banyak didistribusikan secara global.

Tetapi sebuah studi baru dari Universitas Oxford di Inggris telah memberikan kepastian bahwa dosis kedua vaksin tetap sangat efektif bahkan setelah jeda hingga 45 minggu.

Faktanya, respons imun para sukarelawan setelah penundaan yang lama lebih unggul daripada respons setelah interval yang direkomendasikan. Studi tersebut belum menjalani peer review, muncul sebagai pracetak.

Melansir dari Medical News Today, penelitian menemukan bahwa penundaan yang lama mungkin bermanfaat menghasilkan lebih banyak antibodi terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. 

"(Anda) mendapatkan induksi antibodi yang sangat kuat dengan interval yang sangat panjang ini, dan itu sangat menggembirakan bagi negara-negara di mana pasokannya mungkin terbatas dalam jangka pendek," kata Prof. Teresa Lambe, Ph.D., salah satu peneliti studi tersebut. penulis, pada konferensi pers yang diselenggarakan oleh Science Media Center di London.

Pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]
Pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]


Rekan penulisnya, Prof. Sir Andrew Pollard, Ph.D., F.Med.Sci., menjelaskan bahwa temuan ini sejalan dengan pengalaman dari vaksin lain.

"Jika setelah Anda memberikan dosis pertama, Anda memberi lebih banyak waktu untuk respons imun menjadi matang, Anda cenderung melihat respons yang sedikit lebih baik di kemudian hari," katanya.

Namun, Prof. Pollard mengatakan bahwa ada risiko infeksi karena kekebalan yang terus menurun setelah dosis pertama dan kekebalan yang akhirnya lebih kuat setelah dosis kedua yang tertunda.

"Tetapi kami tidak benar-benar tahu saat ini dengan satu dosis berapa lama Anda dapat duduk dengan aman. Tapi yang pasti, itu lebih dari 3 bulan," kata Prof. Pollard.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dosis ketiga dari vaksin asli (dua dosis) lebih dari 6 bulan melindungi setelah dosis kedua menginduksi peningkatan kekebalan yang kuat terhadap SARS-CoV-2, termasuk varian yang paling umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah Terpapar Covid-19

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah Terpapar Covid-19

Malang | Selasa, 06 Juli 2021 | 09:02 WIB

Pakar: Orang yang Tak Divaksinasi Berpotensi Jadi Sumber Varian Baru Covid-19

Pakar: Orang yang Tak Divaksinasi Berpotensi Jadi Sumber Varian Baru Covid-19

Health | Selasa, 06 Juli 2021 | 09:00 WIB

Simak Lagi, Empat Aturan Pelaksanaan Perjalanan di Masa PPKM Darurat

Simak Lagi, Empat Aturan Pelaksanaan Perjalanan di Masa PPKM Darurat

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB