Gemar Konsumsi Minuman Manis? Awas Bahaya Ancaman Kanker Usus Besar

Yasinta Rahmawati | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 07 Juli 2021 | 08:48 WIB
Gemar Konsumsi Minuman Manis? Awas Bahaya Ancaman Kanker Usus Besar
Ilustrasi milk tea (Pixabay/StockSnap)

Suara.com - Tren kasus kanker usus besar pada kelompok usia dewasa muda makin meningkat. Dokter dan ahli onkologi mengatakan data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana peningkatan kasus kanker usus besar terjadi pada usia di bawah 50 tahun. Penyakit kronis itu lebih tinggi risikonya terjadi pada orang dewasa muda yang gemar minuman manis, klaim para peneliti.

Studi yang melibatkan 116.500 perawat wanita dari tahun 1991 hingga 2015 ditemukan bahwa dibandingkan dengan wanita yang minum kurang dari satu porsi 8 ons per minggu minuman manis dengan mereka yang minum dua atau lebih per hari memiliki risiko dua kali lebih besar terkena kanker kolorektal onset dini. 

The American Cancer Society telah mengidentifikasi faktor risiko beberapa faktor gaya hidup dipertimbangkan untuk kanker kolorektal, termasuk penggunaan alkohol, obesitas, tidak aktif secaa fisik, merokok dan beberapa jenis diet termasuk tinggi konsumsi daging merah dan daging olahan. 

Namun, ada beberapa faktor lain yang tidak dapat dikendalikan seperti bertambahnya usia, riwayat pribadi polip kolorektal atau kanker kolorektal, riwayat pribadi penyakit radang usus, beberapa sindrom bawaan dan riwayat keluarga. Diabetes tipe 2 juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. 

Ilustrasi boba atau tapioka pearl. (Pixabay/Sam651030)
Ilustrasi boba atau tapioka pearl. (Pixabay/Sam651030)

Dalam studi baru tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis menemukan peningkatan risiko 16 persen untuk setiap porsi 8 ons minuman manis yang ditambahkan per hari.

Pada usia 13 hingga 18 tahun, setiap porsi dikaitkan dengan 32 persen peningkatan risiko akhir terjadi kanker kolorektal sebelum usia 50 tahun. 

Tim mempublikasikan temuannya di jurnal Gut, dan mengatakan harus ada lebih banyak dukungan untuk upaya kesehatan masyarakat yang mendorong orang untuk mengurangi asupan gula. 

"Kanker kolorektal pada orang dewasa yang lebih muda masih relatif jarang, tetapi fakta bahwa angkanya telah meningkat selama tiga dekade terakhir merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan prioritas dalam pencegahan kanker," kata Yin Cao, ScD, seorang profesor bedah dan kedokteran di Divisi Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Washington sekaligus penulis studi senior, dikutip dari Fox News.

Menurut para ahli juga usia rata-rata diagnosis kanker kolorektal telah menurun dari 72 menjadi 66 tahun. Kanker ini lebih maju dalam diagnosis dan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan kanker dari populasi yang lebih tua.

Secara total, para peneliti menemukan 109 diagnosis kanker kolorektal onset dini di antara hampir 116.500 peserta. Cao mengatakan meskipun sejumlah kecil kasus masih ada sinyal kuat yang menunjukkan bahwa asupan gula, terutama di awal kehidupan, berperan dalam meningkatkan tingkat kanker. 

"Studi ini, dikombinasikan dengan penelitian kami sebelumnya yang menghubungkan obesitas dan kondisi metabolisme dengan risiko kanker kolorektal onset dini yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa masalah metabolisme, seperti resistensi insulin, mungkin berperan penting dalam perkembangan kanker ini pada orang dewasa yang lebih muda," ungkap Cao. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paparan Sinar Matahari yang Sehat Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

Paparan Sinar Matahari yang Sehat Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

Health | Selasa, 06 Juli 2021 | 06:05 WIB

Benarkah Suplemen Penurun Berat Badan Bekerja? Ini Temuan Peneliti

Benarkah Suplemen Penurun Berat Badan Bekerja? Ini Temuan Peneliti

Health | Sabtu, 26 Juni 2021 | 16:09 WIB

Awas, Obesitas di Masa Remaja Tingkatkan Risiko Diabetes dan Serangan Jantung

Awas, Obesitas di Masa Remaja Tingkatkan Risiko Diabetes dan Serangan Jantung

Health | Selasa, 22 Juni 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB