Menyumbang 81 persen Kasus, Profesor Peru Khawatir Varian Lambda Lebih Mematikan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 07 Juli 2021 | 14:26 WIB
Menyumbang 81 persen Kasus, Profesor Peru Khawatir Varian Lambda Lebih Mematikan
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Lambda (Unsplash/CDC)

Suara.com - Di tengah kekhawatiran mengenai virus corona varian Delta yang lebih menular, varian Lambda juga turut menjadi perhatian. Virus corona varian Lambda ini cukup merajalela di Australia.

Australia sendiri merupakan negara dengan tingkat vaksinasi yang rendah sehingga rentan terhadap varian baru virus corona Covid-19. Kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan varian Lambda sudah ada di 30 negara, termasuk Inggris.

Awalnya, varian Lambda ini pertama kali ditemukan di Peru. Diperkirakan menyumbang sekitar 81 persen dari keseluruhan kasus virus corona di Peru sejak April.

Seorang dokter di Amerika Selatan pun khawatir bahwa varian Lambda ini lebih menular daripada varian lainnya. Ia melihat dari seberapa cepat penyebaran varian Lambda ini selama 4 bulan terakhir.

Profesor Pablo Tsukayama, Universitas Cayetano Heredia, mengatakan strain virus corona Covid-19 ini telah meledak di Peru, yang menyumbang sebanyak 82 persen kasus.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Lambda (Pixabay/mohamed_hassan)

"Itu menunjukkan tingkat penularan yang lebih tinggi daripada varian virus corona lainnya," kata Profesor Tsukayama dikutip dari Express.

WHO pun menyebut varian Lambda yang juga dikenal sebagai C.37 sebagai varian yang diminati atau variant of interest (VOI), karena penularannya yang tinggi. Meskipun, mereka belum yakin varian Lambda ini akan menyalip varian Delta atau tidak.

Namun, penyebaran varian Lambda ini cukup cepat di negara dengan tingkat vaksinasi rendah. Bahkan, Profesor Tsukayama juga khawatir varian Lambda ini akan lebih mematikan.

Mulanya, varian Lambda ini terdeteksi di pada seorang pelancong yang menjadi karantina di hotel di New South Wales pada bulan April 2021. Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa strain tersebut mulai menyebar di antara masyarakat di Australia, perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran.

baca juga

Karena, Australia sangat tertinggal jauh dibandingkan negara lain dalam hal vaksinasi. Artinya, negara ini lebih rentan terinfeksi virus corona varian Lambda.

"Apalagi varian Lambda memiliki pola unik dari 7 mutasi pada protein lonjakan yang digunakan virus corona untuk menginfeksi sel manusia. Para peneliti pun sangat tertarik dengan satu mutasi yang disebut L452Q, karena mirip dengan L452R pada varian Delta," kata Dr Jeffrey Barrett, kepala Inisiatif Genomik Covid-19 Inggris di Welcome Sanger Institute.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Sebut Varian Lambda Punya Satu Mutasi Tak Biasa, Begini Penjelasannya

Ahli Sebut Varian Lambda Punya Satu Mutasi Tak Biasa, Begini Penjelasannya

Health | Selasa, 06 Juli 2021 | 18:00 WIB

Para Ahli Percaya Virus Corona Varian Lambda Punya Mutasi Berbeda, Seperti Apa?

Para Ahli Percaya Virus Corona Varian Lambda Punya Mutasi Berbeda, Seperti Apa?

Health | Selasa, 06 Juli 2021 | 12:50 WIB

Temuan Baru, Nekrosis Avaskular Bisa Jadi Gejala Long Covid-19

Temuan Baru, Nekrosis Avaskular Bisa Jadi Gejala Long Covid-19

Health | Selasa, 06 Juli 2021 | 13:09 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×