Prof Zubairi: Asupan Vitamin D Penting, Tetapi Bukan untuk Pengobatan Covid-19

Arendya Nariswari, Lilis Varwati

Minggu, 11 Juli 2021 | 11:11 WIB
Prof Zubairi: Asupan Vitamin D Penting, Tetapi Bukan untuk Pengobatan Covid-19
Ilustrasi suplemen vitamin D. (Shutterstock)

Suara.com - Meningkatkan imunitas tubuh jadi salah satu upaya untuk menghindarkan diri terinfeksi Covid-19. Termasuk dengan mengonsumsi cukup vitamin. 

Beberapa waktu terakhir, suplemen vitamin D menjadi salah satu zat gizi yang banyak diincar masyarakat agar bisa terhindar atau bahkan mengobati infeksi Covid-19. Tetapi benarkah vitamin D ampuh cegah dan sembuhkan Covid-19?

Ketua Tim Mitigasi Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menjelaskan bahwa vitamin D memang diperlukan tubuh untuk kesehatan tulang, gigi, dan sistem kekebalan. Akan tetapi, dari hasil penelitian belum dipastikan apakah pencegahan maupun penyembuhan Covid-19 merupakan peran dari vitamin D.

"Tim peneliti Universitas Northwestern pernah menemukan hubungan antara kekurangan vitamin D dengan infeksi virus korona. Mereka juga menyatakan bahwa pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian Covid-19 yang tinggi diketahui memiliki kadar vitamin D yang rendah," kata prof Zubairi dikutip dari tulisannya di Twitter, Minggu (11/7/2021).

Vitamin D (Pixabay/stevepb)
Vitamin D (Pixabay/stevepb)

Akan tetapi, para peneliti juga mengaku butuh penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan hubungan antara tingkat infeksi virus dan vitamin D dari satu negara dengan negara lain. Sebab, ada perbedaan kualitas perawatan kesehatan, tingkat tes, usia populasi, atau jenis virus corona yang tak sama di tiap negara. 

"Intinya belum cukup data untuk bisa bilang bahwa vitamin D dapat cegah seseorang terinfeksi Covid-19," imbuh prof Zubairi.

Prof Zubairi melanjutkan, penelitian juga memuat jika konsumsi dosis vitamin D terlalu banyak justru ditemukan efek samping toksisitas atau keracunan obat. Dibenqrkannya bahwa pemberian tambahan vitamin D sebanyak 10-25 mikrogram setiap hari memang bisa memproteksi pasien terhadap infeksi akut saluran napas.

Tetapi, menurut prof Zubairi, tetap belum cukup bukti untuk mencegah penyakit Covid-19.

"Dari poin-poin tadi, saya memandang belum ada cukup bukti bahwa vitamin D mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Begitu juga untuk pengobatannya," ucapnya.

baca juga

Ia menegaskan bahwa protokol kesehatan tetap yang paling ampuh untuk mencegah terinfeksi Covid-19. Sedangkan untuk pengobatan Covid-19 yang sudah terbukti merupakan heparin prophylaxis. Bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, pemberian heparin prophylaxis dinolai sangat bermanfaat. 

Obat tersebut banyak digunakan karena bisa mengatasi dan mencegah penggumpalan darah yang dialami sejumlah pasien Covid-19.

"Obat yang kedua adalah dexamethasone. Obat ini bermanfaat untuk pasien Covid-19 dengan saturasi oksigen yang rendah atau yang sedang memerlukan ventilator saat rawat inap di rumah sakit. Penelitian Universitas Oxford juga mengungkap dexamethasone itu bisa mengurangi sepertiga kematian pasien yang menggunakan ventilator," paparnya.

Rekomendasi terbaru dari WHO adalah dua obat yaitu tocilizumab dan sarilumab. Obat tersebut sering digunakan untuk pengobatan peradangan sendi, rheumatoid arthritis, salah satu jenis penyakit autoimun.

Selain itu juga remdesivir dan favipiravir untuk pengobatan pasien Covid-19 dengan gejala berat. Sedangkan untuk pasien gejala menengah diberikan obat Plasma Convalescent, yang bermanfaat namun banyak syarat untuk diberikan.

"Kesimpulannya, masih sulit mengetahui apakah vitamin D bisa mencegah dan mengobati Covid-19. Hasil beberapa penelitian belum konsisten. Tapi, asupan vitamin D ya tetap penting, namun bukan dalam rangka mengobati Covid-19," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa terlalu banyak asupan vitamin D dalam tubuh juga bukan berarti lebih baik. Sebab, vitamin D bersifat larut dalam lemak, sehingga ada risiko kelebihan suplemen yang dapat menyebabkan toksisitas.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga tidak hanya dengan mengonsumsi suplemen vitamin D. 

"Tapi juga melakukan olahraga teratur, berhenti minum alkohol dan merokok, tidur cukup dan mengonsumsi makanan bergizi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarik Pungli dan Sebut Non-Muslim Tak Ditanggung Pemerintah, Begini Nasib Oknum di Cikadut

Tarik Pungli dan Sebut Non-Muslim Tak Ditanggung Pemerintah, Begini Nasib Oknum di Cikadut

Jabar | Minggu, 11 Juli 2021 | 11:06 WIB

Kabar Gembira! Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Klaten Terus Meningkat

Kabar Gembira! Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Klaten Terus Meningkat

Surakarta | Minggu, 11 Juli 2021 | 11:03 WIB

Vaksin Covid-19 Dijual Kimia Farma, LaporCovid19: Negara Ini Makin Kacau

Vaksin Covid-19 Dijual Kimia Farma, LaporCovid19: Negara Ini Makin Kacau

News | Minggu, 11 Juli 2021 | 10:33 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×