alexametrics

1 Juta Vaksin Astrazeneca Tiba di Indonesia, Ini Fakta, Efektivitas, dan Keunggulannya

Bimo Aria Fundrika
1 Juta Vaksin Astrazeneca Tiba di Indonesia, Ini Fakta, Efektivitas, dan Keunggulannya
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Pengiriman ini menambah jutaan dosis vaksin AstraZeneca yang telah diterima Indonesia melalui COVAX dan donasi dari berbagai negara.

Suara.com - Indonesia kembali mendapat pasokan 1.041.400 dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca. Jumlah itu merupakan bagian dari perjanjian antara AstraZeneca dan Pemerintah Indonesia untuk pengiriman 50 juta dosis vaksin

Pengiriman ini menambah jutaan dosis vaksin AstraZeneca yang telah diterima Indonesia melalui COVAX dan donasi dari berbagai negara.

Sampai saat ini sekitar 14.7 juta dosis vaksin AstraZeneca telah dikirimkan ke Indonesia. AstraZeneca juga akan mengirimkan jutaan dosis vaksin lagi dan mendukung pengiriman dosis tambahan melalui COVAX maupun donasi secara nirlaba.

Untuk tahu lebih lanjut tentang vaksin AstraZeneca, berikut ini fakta dan juga keunggulan yang berhasil dirangkum Suara.com.

Baca Juga: Wajib Tahu, 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Cara Kerja Vaksin Astrazeneca

Vaksin AstraZeneca menggunakan adenovirus simpanse penyebab flu biasa, atau vektor, untuk mengangkut beberapa DNA virus corona ke sel Anda. Sel-sel Anda kemudian mengambil DNA itu dan mengubahnya menjadi protein lonjakan virus, yang digunakan virus untuk memasuki sel dan menyebabkan infeksi.

Sel-sel memasang respons kekebalan tetapi jumlah virus yang sebenarnya sangat kecil, Anda tidak benar-benar terkena infeksi penyakit.

Vaksin diberikan dalam dua dosis, dengan jarak yang disarankan antara dosis 8 hingga 12 minggu.

Beda dengan yang lain

Baca Juga: Ratusan Warga Binaan Rutan Makassar Akan Disuntik Vaksin Covid-19

Meski Moderna dan Pfizer didasarkan pada mRNA, vaksin AstraZeneca adalah vaksin vektor virus. Ini berarti menggunakan mekanisme yang berbeda untuk menginduksi respon imun. Dosis kedua juga diberikan pada interval yang lebih lama, daripada interval yang disarankan 3 hingga 4 minggu dengan yang lain.

Komentar